LANGIT7.ID-Jakarta; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 pada Selasa (25/2). Acara yang diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta ini berlangsung di Ruang Pola Benyamin Sueb, Balai Kota, Jakarta Pusat.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno membuka forum yang akan berlangsung selama tiga hari tersebut. Dalam sambutannya, Wagub Rano menekankan bahwa forum ini merupakan wadah penting untuk membangun sinergi dan bertukar pikiran dalam meningkatkan kualitas penyusunan kebijakan perencanaan pembangunan Jakarta.
"Sebagaimana arahan Presiden RI, seluruh kementerian/lembaga maupun pemerintah daerah perlu menguatkan komitmen dan sinerginya dalam mendukung percepatan pencapaian Indonesia Emas 2045. Selain itu, menguatkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, menyelenggarakan pemerintahan yang bersih dan melayani, serta terus berinovasi dalam upaya pengendalian inflasi," ungkap Rano yang didampingi Sekretaris Daerah DKI Jakarta Marullah Matali dan Kepala Bappeda Atika Nur Rahmania, Selasa (25/2/2025).
Capaian Pembangunan Jakarta yang Menunjukkan Tren PositifRano Karno menyampaikan bahwa capaian indikator pembangunan Jakarta pada tahun 2024 menunjukkan kinerja yang positif. Hal ini terlihat dari laju pertumbuhan ekonomi Jakarta yang mencapai 4,90 persen pada 2024. Selain itu, tingkat inflasi Jakarta juga berhasil dikendalikan pada angka 1,48 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jakarta mencapai 84,15 pada tahun yang sama.
Tidak hanya itu, proyeksi indikator Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Tingkat Kemiskinan, serta Indeks Rasio Gini mengalami penurunan. Ini mencerminkan terjadinya peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata. Pada tahun 2026, ketiga indikator ini ditargetkan akan terus mengalami perbaikan melalui berbagai upaya, di antaranya penguatan program ketenagakerjaan, menjaga ketepatan sasaran dan ekstensifikasi pemanfaatan bantuan sosial, serta penerapan strategi peningkatan pendapatan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
"Dengan mempertimbangkan capaian dan proyeksi indikator ekonomi makro yang positif, pengembangan kewilayahan menjadi salah satu kunci meningkatkan ekonomi, sekaligus mengurangi kesenjangan antarwilayah. Upaya ini menjadi langkah penting dalam mendukung pencapaian visi Jakarta 2045, yaitu 'Kemiskinan Menurun dan Ketimpangan Berkurang'," jelas Rano Karno.
Enam Isu Strategis Pembangunan Jakarta 2026Dalam rancangan awal RKPD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026, telah dirumuskan beberapa isu strategis pembangunan dengan mempertimbangkan tantangan lingkup global, nasional, maupun daerah, serta mengacu pada isu strategis Jakarta tahun 2025-2029. Adapun enam isu strategis pembangunan Jakarta untuk tahun 2026 meliputi kualitas modal manusia, perekonomian produktif dan kompetitif, kecukupan infrastruktur kota, ekosistem yang berketahanan iklim, pemerintahan dinamis dan responsif, serta pemerataan pembangunan.
Wagub Rano juga menambahkan bahwa Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk menjawab enam isu strategis tersebut dengan merumuskan enam Prioritas Pembangunan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026, yaitu peningkatan modal manusia yang berdaya saing; peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi berbasis pengalaman dan nilai tambah; peningkatan infrastruktur kota yang layak dan memadai; optimalisasi pembangunan rendah karbon dan berketahanan iklim; transformasi tata kelola pemerintahan yang dinamis dan responsif; dan peningkatan pembangunan di kawasan pesisir dan kepulauan.
Dalam mendukung percepatan pencapaian Indonesia Emas 2045, penyusunan arah kebijakan Jakarta Tahun 2026 mengacu pada delapan Prioritas Nasional dan 17 Program Prioritas Nasional, serta mengimplementasikan delapan Program Hasil Terbaik Cepat untuk menjaga keselarasan program pemerintah pusat dan daerah.
"Penyusunan perencanaan pembangunan daerah harus memperhatikan sinergitas dan sinkronisasi dengan perencanaan pembangunan nasional. Oleh karena itu, penyusunan RKPD Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 mengacu pada delapan Prioritas Nasional atau Asta Cita yang diselaraskan dengan prioritas pembangunan, fokus prioritas pembangunan, hingga program prioritas pembangunan Provinsi DKI Jakarta agar tercapai kesinambungan perencanaan pembangunan pusat dan daerah," imbuh Rano Karno.
Perencanaan pembangunan Jakarta tahun 2025-2029 berfokus pada perbaikan fundamental melalui pemenuhan layanan sosial dan lingkungan dasar serta penguatan landasan ekonomi. Perencanaan pembangunan ini ditetapkan berdasarkan visi RPJD 2025-2045, yakni 'Jakarta Global yang Maju, Berkeadilan, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan'.
Forum Konsultasi Publik RKPD 2026 ini merupakan bukti komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam membangun perencanaan yang inklusif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Melalui forum ini, diharapkan arah pembangunan Jakarta ke depan dapat selaras dengan aspirasi masyarakat dan mendukung pencapaian visi Jakarta sebagai kota global yang maju, berkeadilan, berdaya saing, dan berkelanjutan.
(lam)