LANGIT7.ID, - Sektor pariwisata Indonesia masih mengundang minat investasi dari luar negeri meski di tengah pandemi Covid-19 yang belum mereda. Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.
Menurut Sandiaga, pada triwulan pertama 2021, sektor pariwisata mendapatkan investasi mencapai USD 500 juta atau sekitar Rp6,9 triliun dari investor luar negeri.
"Percaya atau tidak, di saat keadaan seperti ini masih ada orang invest bangun hotel. Saya cukup percaya diri bahwa kita dapat menerapkan strategi yang tepat dalam penanganan Covid-19," kata Sandiaga seperti dikutip Kamis (23/9).
Baca juga:
Serius Garap Industri Status Halal, Pemerintah Siapkan Dua Kawasan di NTBMenparekraf menyebut beberapa negara seperti Belanda, Korea Selatan, dan Singapura tertarik membangun hotel dan restoran. Tiga daerah yang menjadi tujuan investasi tersebut antara lain DKI Jakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Ini patut kita syukuri. Mereka ingin membangun usaha untuk PMA hotel berbintang, akomodasi jangka pendek, restoran, hingga penyediaan makanan keliling," ujarnya.
Sandiaga meyakini jika masuknya investasi di sektor pariwisata ini pasca diangkatnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Leaders of World Tourism. Ia pun meminta kepada para pelaku usaha pariwisata untuk membantu merealisasikan investasi tersebut.
"Jadi siap-siap akan ada arus pantul yang sangat kencang dari wisata yang selama ini belum berjalan," pungkasnya.
(sof)