LANGIT7.ID-Jakarta; Israel kembali mengebom militan di Gaza utara pada Minggu lalu, mengancam gencatan senjata yang sudah rapuh saat mereka akan mulai pembicaraan baru di Doha tentang masa depan kesepakatan dengan Hamas.
Hamas berkali-kali minta agar perundingan tahap kedua segera dimulai, dengan harapan bisa mengakhiri perang secara total.
Namun, Israel lebih pilih perpanjangan tahap pertama sampai pertengahan April.
Perbedaan pendapat ini muncul saat tahap pertama kesepakatan berakhir awal bulan ini, yang bikin Israel memutus bantuan ke Gaza.
Perwakilan Hamas ketemu mediator di Kairo akhir pekan kemarin, mereka tekankan pentingnya bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah yang terkepung "tanpa syarat apapun," kata pernyataan Hamas.
"Hamas tekankan pentingnya memaksa pihak pendudukan untuk langsung mulai perundingan tahap kedua sesuai kesepakatan," kata petinggi Hamas Mahmoud Mardawi, yang menurutnya bisa jadi jalan untuk akhiri perang secara permanen.
Tuntutan utama Hamas untuk tahap kedua termasuk Israel tarik semua pasukan dari Gaza, hentikan blokade, bangun kembali wilayah Palestina dan beri dukungan keuangan, kata Mardawi.
Setelah bicara dengan mediator, juru bicara Hamas Abdel Latif al-Qanoua bilang tanda-tandanya sejauh ini "positif."
Sumber dari Hamas bilang Minggu kemarin delegasi mereka sudah tinggalkan Kairo menuju Doha.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bilang mereka akan kirim delegasi ke ibu kota Qatar hari Senin, dan media Israel laporkan kabinet keamanan akan bahas masalah ini hari Minggu.
Meski tahap awal gencatan senjata sudah berakhir, kedua pihak nggak langsung perang besar-besaran lagi, walau masih ada bentrokan sesekali.
Militer Israel bilang serangan udara Minggu kemarin targetkan militan yang "terdeteksi beroperasi dekat pasukan IDF dan coba pasang bom di tanah Gaza utara."
Gencatan senjata ini berhasil hentikan pertempuran lebih dari 15 bulan di Gaza, di mana hampir semua penduduk terpaksa mengungsi karena serangan militer Israel yang terus-menerus setelah serangan Hamas tanggal 7 Oktober 2023.
Tahap pertama selama enam minggu melibatkan pertukaran 25 sandera Israel yang hidup dan delapan jenazah dengan sekitar 1.800 tahanan Palestina yang ditahan Israel.
Gencatan senjata juga izinkan makanan, tenda, dan bantuan medis yang sangat dibutuhkan masuk lagi ke Gaza.
Setelah Israel putus lagi bantuan karena beda pendapat soal perpanjangan gencatan senjata, pakar hak asasi PBB tuduh pemerintah Israel "jadikan kelaparan sebagai senjata."
"Sampai sekarang, cuma 10 persen dari pasokan medis yang dibutuhkan yang boleh masuk, bikin krisis makin parah," kata juru bicara kementerian kesehatan Gaza Khalil al-Dakran, dia tambahkan "penyegelan perbatasan yang terus berlanjut ancam nyawa pasien di Gaza."
Janda Palestina pengungsi, Haneen al-Dura, cerita ke media bahwa dia dan anak-anaknya hidup berminggu-minggu di jalanan "bareng anjing dan tikus" sebelum dapat tenda.
"Sebagai tulang punggung keluarga, ini bikin sedih dan saya nggak bisa tidur sama sekali setiap malam," katanya.
Peringatan TerakhirPekan lalu, Presiden AS Donald Trump ancam akan hancurkan Gaza lebih parah jika semua sandera yang tersisa nggak dibebaskan, dan dia sebut ini sebagai "peringatan terakhir" ke pemimpin Hamas.
Dia juga sindir konsekuensi buat semua warga Gaza, dengan bilang: "Masa depan bagus menunggu kalian, tapi nggak kalau kalian tahan Sandera. Kalau kalian lakukan itu, kalian MATI!"
Hamas bilang ancaman Trump cuma akan dorong Israel abaikan syarat-syarat gencatan senjata.
Pemerintahan Trump juga konfirmasi dimulainya pembicaraan langsung pertama kali dengan Hamas, yang sebelumnya AS nggak mau kontak sama sekali sejak tetapkan mereka sebagai organisasi teroris tahun 1997.
Dari 251 sandera yang dibawa militan Palestina saat serangan 7 Oktober, 58 orang masih ada di Gaza, termasuk lima warga Amerika. Empat sandera Amerika sudah dipastikan meninggal, sementara satu, Edan Alexander, diyakini masih hidup.
Trump sebelumnya usul rencana yang banyak dikecam untuk usir warga Palestina dari Gaza, yang bikin pemimpin Arab tawarkan alternatif.
Usulan mereka adalah rekonstruksi Gaza dibiayai lewat dana perwalian, dengan Otoritas Palestina yang berbasis di Ramallah kembali atur wilayah tersebut.
"Kita perlu lebih banyak diskusi soal ini, tapi ini langkah awal yang bagus," kata Steve Witkoff, utusan Trump untuk Timur Tengah, ke wartawan di Washington menanggapi rencana Arab tersebut.
Witkoff akan kembali ke kawasan ini minggu ini saat dia pergi ke Arab Saudi untuk pembicaraan tentang perang di Ukraina.
Pada aksi protes akhir pekan di Tel Aviv, keluarga sandera Israel tuntut pemerintah terapkan gencatan senjata sepenuhnya.
"Perang bisa berlanjut dalam seminggu," kata Einav Zangauker, ibunya Matan Zangauker, ke massa yang berkumpul.
"Perang nggak akan bawa sandera pulang, tapi justru bunuh mereka."
Serangan Hamas bikin 1.218 orang di Israel tewas, kebanyakan warga sipil, menurut data resmi.
Balasan Israel sudah bunuh setidaknya 48.458 orang di Gaza, mayoritas warga sipil, menurut kementerian kesehatan Gaza. PBB anggap angka-angka ini akurat.
(lam)