LANGIT7.ID-Dari awalnya terkesan kumuh dan kotor, Depo Sampah Kota Yogyakarta kini tampil lebih bersih dan asri.
Perubahan tak lepas dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman dengan melakukan rebranding terhadap depo sampah di berbagai titik.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa penataan ulang depo sampah tidak hanya sebatas pengelolaan sampah, tetapi juga menghadirkan nilai estetika di sekitarnya.
"Energi positif harus diciptakan, depo itu menjadi tempat yang tidak njelei (tidak bagus) ketika ada tanaman, jadinya ada energi positif lebih kuat. Kita bisa merubah tempat sampah yang enak dipandang, dari tempat njelei menjadi enak dipandang,” ujar Hasto saat melakukan penanaman pohon di Taman Depo THR, Senin (10/3) dikutip dari jogjakota.go.id
Hasto menekankan bahwa selain penghijauan, kebersihan lingkungan juga menjadi prioritas. Pemerintah berkomitmen untuk menata ulang kawasan depo, termasuk membersihkan sampah, menata kawasan sekitar, dan jika diperlukan, membangun taman agar lingkungan semakin nyaman.
“Kami menargetkan 14 depo besar dapat dikosongkan sebelum Lebaran. Beberapa depo utama seperti Pringgokusuman dan Mandala menjadi prioritas, sementara depo lainnya tidak sebesar itu sehingga cukup aman,” jelasnya.
Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah yang semakin kompleks, Hasto mengungkapkan akan terus mengambil langkah strategi untuk menjaga kelancaran outlet sampah dan mengurangi timbunan sampah sejak dari sumbernya.
Hasto mengandalkan kerja sama dan kolaborasi mengatasi persoalan sampah. Salah satunya rencana kerja sama dengan Kabupaten Bantul untuk memastikan Pemkot Yogya dapat bekerja sama dalam pengelolaan sampah.
Selain menjaga outlet pembuangan, upaya pengurangan sampah sejak dari sumbernya juga terus digalakkan. Pemerintah menargetkan berbagai institusi seperti sekolah, pasar, dan puskesmas untuk mulai mengelola sampahnya sendiri.
“Kami ingin mencegah penumpukan sampah dengan mengoptimalkan pengelolaan di masing-masing unit. Saya realistis karena puskesmas dan rumah sakit telah memiliki sistem pengolahan limbah sendiri. Sekolah juga memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan, serta banyak institusi lain yang berinisiatif mengelola sampahnya secara mandiri,” ujar Hasto.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, mengungkapkan bahwa pemerintah terus berupaya menata ulang depo sampah agar lebih humanis dan edukatif. Salah satu langkah yang dilakukan adalah membuat taman di bagian depan depo serta menutup area depan dengan papan edukasi.
“Kami ingin depo sampah tidak lagi terkesan kumuh. Rebranding ini bertujuan agar depo menjadi lebih ramah lingkungan dan memiliki fungsi edukatif bagi masyarakat,” ujar Agus.(*)
(hbd)