LANGIT7.ID, Jakarta -
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjelaskan Sertifikat Elsimil (Elektronik Siap Nikah Siap Hamil) yang menjadi salah satu syarat calon pengantin. Sertifikat tersebut diklaim bukan menghambat pernikahan, namun ditujukan sebagai pemeriksaan kesehatan sebagai upaya mencegah stunting.
Kepala BKKBN,
Hasto Wardoyo mengatakan, pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin perempuan hanya meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, dan kadar haemoglobin (Hb). Adapun hasil pemeriksaan ini sangat penting untuk mengetahui risiko kehamilan dan kelahiran bayi stunting.
"Sangat sederhana. Pemeriksaannya bisa di Puskesmas, Puskesmas Pembantu, klinik swasta, dokter atau bidan praktik swasta," kata Hasto dalam keterangannya kepada
Langit7.id, Jumat (3/3/2023).
Baca Juga: Sri Mulyani: APBN 2024 Fokus Turunkan Kemiskinan dan StuntingHasto menuturkan, BKKBN tidak melarang untuk menikahkan pasangan calon pengantin yang pemeriksaan kesehatan sederhana itu menunjukkan hasil tidak normal atau belum ideal untuk hamil.
"Kebijakan untuk melangsungkan akad pernikahan itu sepenuhnya kewenangan dari Kementerian Agama dan jajarannya," ucap Hasto.
Sebagai informasi, Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Siap Hamil) merupakan aplikasi yang ditujukan untuk pasangan calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan. Tiga bulan sebelum waktu pernikahan, pasangan calon pengantin terlebih dahulu mengunduh dan registrasi di aplikasi Elsimil.
Aplikasi Elsimil yang dikembangkan oleh BKKBN bertujuan untuk deteksi dini kesehatan pasangan calon pengantin dan untuk mitigasi risiko melahirkan bayi
stunting.
Baca Juga: Orang Indonesia Punya Rata-rata Tinggi Badan Terpendek di DuniaData kuesioner yang dimasukkan pasangan calon pengantin dalam aplikasi Elsimil adalah usia, status gizi, berat dan tinggi badan, ukuran lingkar lengan atas, lingkar perut, dan kadar hemoglobin (Hb).
Sertifikat dari scoring otomatis data kuesioner di apilkasi Elsimil diberikan pada saat pernikahan. Jika Sertifikat Elsimil hasilnya dinyatakan BERISIKO (Merah), pernikahan tetap boleh dilangsungkan namun Tim Pendamping Keluarga (TPK) akan merekomendasi untuk MENUNDA KEHAMILAN.
Selanjutnya, TPK memberikan intervensi yang direkomendasikan serta memonitor status gizi sang istri sampai kondisinya membaik dan menjadi IDEAL untuk hamil.
Selain sebagai alat skrining dan media komunikasi dengan TPK, Elsimil berfungsi sebagai media edukasi kesehatan reproduksi, kontrasepsi, kesiapan pranikah, kesiapan kehamilan, serta pencegahan kanker.
Baca Juga:
Ramai Isu Childfree, Maruf Amin Ingatkan Tujuan Pernikahan
Calon Ibu Perlu Tahu Cara Cegah Stunting Sejak Masa Kehamilan(gar)