LANGIT7-surabaya,- - Lebaran adalah waktu yang tepat untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Biasanya dilengkapi dengan hidangan makanan yang beraneka ragam. Kendati demikian, jangan lengah dan tetap menjaga kesehatan.
Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UM Surabaya, Ira Purnamasari memaparkan hal yang patut diwaspadai terkait makanan penyebab kadar kolesterol naik jika kita kurang berhati-hati.
Dia menjelaskan, kolesterol merupakan lemak berwarna kekuningan yang dalam batas tertentu dibutuhkan manusia.
Akan tetapi, jika kolesterol yang beredar dalam darah berjumlah banyak, maka akan menumpuk pada dinding pembuluh darah arteri yang jika dibiarkan lama kelamaan akan menebal dan mengeras, sehingga dapat menyumpat aliran darah ke jantung dan otak, mengakibatkan seseorang menderita jantung koroner dan stroke.
“Maka penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana cara mencegah kolesterol naik saat lebaran,” ujar Ira.
Baca juga:
Tips Membekukan Buah dan Sayuran Cegah Bakteri Makanan TumbuhMenurutnya yang pertama adalah dengan membatasi makanan yang mengandung tinggi lemak. Setelah berpuasa 1 bulan lamanya, biasanya seseorang akan mengalami peningkatan nafsu makan di pagi dan siang hari saat lebaran.
“Salah satu tips adalah pilihlah makanan dengan rendah lemak, seperti rendang buatlah dari potongan daging tanpa lemak. Hindari hati dan jeroan. Batasi juga daging olahan seperti sosis karena terbuat dari olahan daging berlemak, dan juga bakso dengan kuah tinggi lemak,” imbuh Ira lagi.
Kedua, batasi konsumsi kue kering. Biasanya dalam pembuatan kue kering, salah satu bahan yang digunakan adalah mentega (terbuat dari lemak hewani) yang mengandung lemak jenuh tinggi.
Selain mentega, keju juga sering ditambahkan dalam pembuatan kue kering. Keju sendiri merupakan olahan susu yang memiliki kandungan lemak jenuh yang paling tinggi jika dibandingkan dengan produk olahan susu lainnya.
“Seperti yang dipaparkan oleh P2PTM Kemenkes RI, dalam 100 gr keju mengandung lemak total 20,3 gr dan kolesterol 100 mg. Serta dalam 100 gr mentega mengandung lemak total 81,6 gr dan kolesterol 250 mg,”imbuhnya.
Ketiga, batasi konsumsi gorengan. Mengobrol dan bercengkrama bersama keluarga memang paling enak sambil makan gorengan. Biasanya tidak cukup satu, seseorang akan lebih banyak mengkonsumsi makanan yang kerap dibilang nikmat ini.
Ira menyebut, makan gorengan memberikan banyak risiko kesehatan untuk tubuh, makanan yang digoreng mengandung lemak jahat yang bisa merugikan kesehatan jika dikonsumsi berlebihan.
(ori)