LANGIT7.ID-, Jakarta - - Calon mahasiswa yang telah mendaftar untuk mengikuti
Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)
Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) akan melaksanakan ujian sesuai lokasi dan jadwal masing-masing pada waktu antara 23 April hingga 3 Mei 2025.
Pada pelaksanaan SNBT tahun ini tidak diberlakukan batas nilai atau biasa dikenal dengan istilah
passing grade. Lantas bagaimana proses penilaiannya hingga seorang calon mahasiswa bisa lolos pada tahap seleksi ini, dan diterima di perguruan tinggi negeri (PTN)?
Koordinator help desk atau call center
Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) Badrus Zaman mengatakan, program studi di perguruan tinggi mana pun tidak menerapkan sistem
passing grade. Badrus menjelaskan, mekanisme seleksi untuk SNBT murni menggunakan nilai UTBK.
“Dan tinggal diurutkan saja, misalnya prodi A di PTN A, daya tampung 50. Maka diurutkan peringkat satu sampai 50 dengan nilai UTBK tertinggi. Nah, itu yang diterima,” ujarnya pada acara bincang daring seputar persiapan UTBK-SNBT yang disiarkan di seluruh media sosial SNPMB pada Senin, 24 Maret 2025 lalu.
Lebih lanjut, ia menambahkan,
passing grade yang bisa dilihat tersebar di media sosial hanyalah berupa perkiraan. Nantinya keketatan persaingan di tiap prodi juga bisa berubah-ubah tergantung pilihan para peserta. Misalnya, jika prodi yang keketatannya tinggi tak banyak dipilih peserta karena mengantisipasi persaingan, maka keketatan prodi tersebut akan berkurang. Begitu juga sebaliknya.
“Jadi sebenernya itu sangat dinamis, tergantung pada (situasi) saat itu,” kata Badrus.
Lalu mengenai peluang kelulusan peserta di SNBT dengan mekanisme seperti ini, Sekretaris Eksekutif SNPMB Bekti Cahyo Hidayanto menjelaskan, sangat berbeda dengan
Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Di SNBT, ia memastikan tiap peserta memiliki peluang yang sama untuk lulus di prodi-prodi pilihan mereka. Semuanya akan dinilai berdasarkan peringkat atau ranking di pilihan prodi masing-masing.
“Tentu saja akan di-
ranking dulu, masuk tidak di dalam kuota yang pilihan pertama. Kalau tidak masuk, dilempar ke pilihan kedua, dan seterusnya,” kata Bekti.
Baca juga: Untuk Hasil Maksimal, Hindari 5 Kesalahan Fatal Ini Saat Hadapi SNBT Selain skor UTBK, ia memastikan SNBT tidak memiliki kriteria bermacam-macam. Jadi hanya berdasarkan nilai UTBK. "Tinggi-tinggian nilai berdasarkan prodi yang dipilih. Karena untuk setiap prodi akan memiliki bobot nilai di SNBT yang berbeda,” lanjutnya.
Untuk SNBT tahun ini, peserta bebas memilih prodi di PTN akademik dan/atau PTN vokasi. Setiap peserta dibolehkan memilih maksimal empat prodi, dengan urutan pilihannya menyatakan prioritas pilihan.
Jika memilih satu prodi, peserta bebas memilih di program apa pun baik sarjana (S1), diploma IV (D4), atau diploma III (D3). Seandainya memilih dua prodi, peserta juga bisa memilih di program apa pun dengan komposisi sarjana dan vokasi. Ketentuan lebih rinci tentang pilihan prodi tercantum di situs web SNPMB.
(lsi)