LANGIT7.ID-Dokter Vatikan Andrea Arcangeli dalam sertifikat kematian mengungkap penyebab meninggalnya Paus Fransiskus.
Paus Fransiskus disebutkan meninggal dunia akibat stroke otak dan gagal jantung yang tidak dapat disembuhkan.
Fransiskus meninggal karena “stroke otak, koma, kolaps jantung yang tidak dapat disembuhkan," demikian berdasarkan keterangan sertifikat kematian itu. Ditambahkan bahwa paus Amerika Latin pertama dalam sejarah Gereja Katolik Roma itu meninggal pada Senin pagi pukul 7.35 di apartemennya di kediaman Santa Marta di Vatikan.
Dilansir dari Aljazeera, sehari sebelumnya, Paus melakukan penampilan terakhirnya sekaligus menjadi penampilan utama yang terakhir saat ia menyapa ribuan jemaah Paskah dari mobil popemobile dengan atap terbuka di Lapangan Santo Petrus dan menyampaikan berkat melalui seorang ajudan.
Fransiskus telah menderita berbagai penyakit selama 12 tahun kepausannya dengan komplikasi yang mengancam jiwa dalam beberapa minggu terakhir selama serangan pneumonia ganda, di mana ia menghabiskan 38 hari di Rumah Sakit Universitas Gemelli Roma pada bulan Februari dan Maret.
Sertifikat kematian menambahkan bahwa Fransiskus juga menderita hipertensi arteri, bronkiektasis multipel, dan diabetes tipe 2, penyakit yang belum pernah diungkapkan sebelumnya.
Vatikan juga merilis wasiat spiritual Fransiskus, sebuah pernyataan iman tertulis, di mana dia mengatakan ingin dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma dan bukan di Basilika Santo Petrus di Vatikan, tidak seperti banyak pendahulunya.
Dalam teks itu tertulis bahwa Fransiskus ingin dimakamkan “di dalam tanah, tanpa hiasan khusus” tetapi dengan tulisan nama kepausannya dalam bahasa Latin: Franciscus.
“Karena saya merasakan semakin dekatnya senja kehidupan duniawi saya, dan dengan harapan yang teguh pada kehidupan kekal, saya ingin menyampaikan keinginan terakhir saya semata-mata mengenai tempat pemakaman saya,” demikian bunyi surat wasiat itu, yang tertanggal 29 Juni 2022.
“Semoga Tuhan memberikan pahala yang setimpal kepada semua orang yang telah mengasihi saya dan yang terus mendoakan saya,” katanya.
Doa Rosario di Lapangan Santo PetrusVatikan pada Senin malam mengadakan doa rosario di Lapangan Santo Petrus, peringatan publik pertama sejak kematian paus. Kardinal Mauro Gambetti, imam besar Basilika Santo Petrus, memimpin doa saat matahari terbenam.
Suster Raffaella Petrini, presiden Negara Kota Vatikan dan salah satu wanita dengan jabatan tertinggi di Vatikan, menyampaikan bacaan pertama. Pengangkatannya menjadi salah satu peninggalan Paus Fransiskus agar perempuan diberi peran pengambilan keputusan yang lebih menonjol.(*)
(hbd)