Menteri Agama Nasaruddin Umar bertolak ke Vatikan, Roma, guna menghadiri Pertemuan Internasional untuk Perdamaian. Pertemuan ini diselenggarakan oleh Komunitas Sant' Egidio di Koloseum.
Sebelum meninggal, Paus melakukan penampilan terakhirnya sekaligus menjadi penampilan utama yang terakhir saat ia menyapa ribuan jemaah Paskah dari mobil popemobile dengan atap terbuka di Lapangan Santo Petrus dan menyampaikan berkat melalui seorang ajudan.
Tidak sendiri, Megawati terbang ke Mekkah bersama putri dan cucunya, Puan Maharani dan Diah Pikatan Orrisa atau Pinka Hapsari beserta keluarga besarnya.
Presiden kelima RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri bertemu Pemimpin Umat Katolik Dunia Paus Fransiskus di kediaman Casa Santa Marta
Peresmian gedung Kedutaan Besar Palestina di Vatikan menandai langkah strategis dalam upaya diplomatik Palestina di kancah internasional. Presiden Mahmoud Abbas menegaskan pentingnya pengakuan global terhadap kedaulatan Palestina, dengan dukungan 149 negara dan kehadiran diplomatik di 110 negara. Momentum ini memperkuat posisi Palestina dalam perjuangan mendapatkan keanggotaan penuh PBB dan pengakuan internasional yang lebih luas.
Paus Fransiskus membuat langkah berani dengan menyerukan penyelidikan dugaan genosida Israel di Gaza. Melalui buku terbarunya, pemimpin Katolik ini mengangkat isu sensitif yang memicu reaksi keras dari Israel. Situasi ini semakin menegangkan hubungan diplomatik, sementara korban terus berjatuhan di Gaza. Seruan Paus ini menambah tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan serangan yang telah menewaskan puluhan ribu warga sipil.
Kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia menandai momen bersejarah setelah 35 tahun. Pilihan menggunakan kendaraan hybrid mencerminkan komitmen terhadap lingkungan. Kunjungan ini membuka peluang dialog antar agama dan memperkuat hubungan Indonesia-Vatikan. Sambutan hangat masyarakat Indonesia menunjukkan semangat toleransi dan keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa.
Kunjungan Paus Franciscus ke Indonesia September 2024 disambut hangat oleh Muhammadiyah. Peristiwa bersejarah ini dianggap penting untuk memperkuat hubungan antar agama dan memperkenalkan Indonesia ke dunia. Muhammadiyah mengajak masyarakat menyambut dengan ramah dan berharap kunjungan ini bisa jadi momentum Indonesia berperan aktif dalam isu global, terutama Palestina.