LANGIT7.ID, Jakarta - Rumah singgah Sanggar Bapontar membantu warga yang terpapar Covid-19 dengan mendirikan dapur umum sejak awal PPKM. Makanan ini dibagikan kepada warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman).
"Dapur umum ini telah beroperasi sejak awal masa PPKM," kata salah satu penggagas, Suheryanti alias Ahi, Minggu (11/7/2021).
Ahi menjelaskan biaya dapur umum itu dari swadaya masyarakat dari dalam maupun luar negeri yang diperkirakan cukup hingga PPKM Darurat selesai pada 20 Juli 2021.
Dapur umum swadaya masyarakat itu digagas bersama Jodie Ante melibatkan beberapa komunitas, seperti Demi Anak Generasi atau DAG, Sanggar Bapontar, Team Manguni 86, Amerika Bersatu, Komunitas World Vaccine Update, serta beberapa organisasi lainnya.
"Dari Bapontar menyediakan tempat, Team Manguni 86 menyediakan juru masak dan ada juga beberapa organisasi baik dari dalam maupun luar negeri yang mendukung dengan dana," ujarnya.
Ahi mengharapkan keberadaan dapur umum untuk membantu warga terkena dampak pandemi atau menjalani isolasi mandiri yang secara lokasi sulit dijangkau pemerintah.
Dapur umum tersebut mampu memproduksi 2.000 bungkus nasi dilengkapi lauk pauk berprotein tinggi disebarkan kepada warga yang membutuhkan.
"Kami akan melayani semampu kami dan mengantar makanan ke mereka yang sedang melaksanakan isolasi mandiri," tutur Ahi.
Ahi menuturkan dapur umum memanfaatkan lahan Sanggar Bapontar seluas 5.000 meter persegi milik Beiby Luana Sumanti di kawasan Karet Sawah, Jakarta Selatan.
Rencananya, Ahi dan rekannya akan mendirikan dapur umum di wilayah Depok dan Tangerang dengan memanfaatkan bantuan dari masyarakat secara swadaya.
antaranews.com(bal)