LANGIT7.ID, Jakarta - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki, memberikan apresiasi kepada Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia (Kopsyah BMI). Menurutnya, saat koperasi tidak lagi dillirik, Kopsyah BMI malah berhasil memiliki anggota dan memberikan bantuan tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan.
Hal ini disampaikan Teten ketika berbicara pada Webinar Peluncuran dan Bedah Buku Pemikiran Bung Hatta, Gerakan Koperasi dan Perekonomian Rakyat, Senin (12/7/2021). Teten mengatakan, koperasi memiliki gagasan maju dan mendorong kesejahteraan bersama.
“Sesuai dengan pemikiran Bapak Koperasi, Bung Hatta, jadi kami memang menginginkan bagaimana masyarakat terdorong untuk semangat berkoperasi. Di mana esensinya adalah setiap orang bisa memperdayakan dirinya sendiri dan orang lain, yang bisa diwujudkan dalam berkoperasi,” katanya.
Koperasi memiliki nilai falsafah yang mendorong kesejahteraan anggotanya. Teten menuturkan, koperasi tidak hanya sebuah lembaga perekonomian, tapi juga gerakan pendidikan yang mengajarkan anggotanya untuk anti korupsi.
“Selain itu, gotong royong yang menjadi dasar untuk pencapaian bersama akan menghindari sikap kapitalisme,” jelasnya.
Sementara Presiden Direktur Kopsyah BMI, Kamaruddin Batubara mengatakan, praktik dalam BMI syariah sendiri yakni membangun koperasi Indonesia. Sehingga apa yang ada dalam koperasi merupakan milik anggota bersama, bahkan dalam hal ini semua pihak diperbolehkan memberikan masukan.
“Seperti yang pernah dikatakan Bung Hatta sekitar 70 tahunan lalu, Bapak Koperasi kita memprediksi akan lahirnya koperasi sebagai topeng. Sekarang bisa kita lihat beberapa koperasi bahkan dalam satu pengurusan ada satu keluarga bapak, anak, menantunya,” katanya.
Dalam praktik di Kopsyah BMI sendiri, Kamaruddin mengaku menempatkan anggotanya sebagai pemilik. Sehingga hal ini dapat mewujudkan salah satu dari prinsip nilai koperasi.
“Kita tidak akan mendirikan perseroan terbatas, karena itu menentang nilai koperasi sesuai dengan yang dikatakan Bung Hatta. Maka kita masuk ke dalam sektor bisnis, kontraktor, perumahan dan lainnya dalam bentuk program-program yang ada di BMI,” katanya.
Kamaruddin menuturkan, Kopsyah BMI berbeda dengan koperasi abal-abal yang tidak menyejahterakan anggotanya. Ia menarik anggota dengan memberikan kemudahan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.
Dalam hal ini, BMI menyediakan kebutuhan masyarakat dengan harga yang murah atau sesuai dengan pasaran. Tetapi dengan keunggulan kemudahan dan dividen setiap tahun.
Kamaruddin berharap Kopsyah BMI dapat terus mewujudkan dan mempraktikkan niilai dari Bung Hatta. Selain itu, ia juga mengajak badan koperasi lain untuk mulai mempraktikkan nilai-nilai ini dengan mengutamakan kesejahteraan.
“Bukan koperasi yang kapitalis, koperasi tidak ada yang boleh kaya sendiri, tapi bagaimana kita membantu kesejahteraan anggota. Koperasi yang besar itu adalah koperasi yang besar benefitnya, bukan asetnya. Kita semua menentang individualisme dan fundamentalisme,” tambahnya.
(zul)