LANGIT7.ID - Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI), Imam Teguh Saptono, menyebut instrumen wakaf dalam Islam memberikan inspirasi dalam perkembangan pendidikan di Barat, salah satunya Oxford University di Inggris.
Dia menceritakan, saat Baghdad menjadi pusat intelektual dunia, banyak pendeta Nasrani yang belajar di ibu kota kekhalifahan Dinasti Abbasiyah itu. Peradaban di Baghdad kala itu yang ditopang instrument wakaf telah melahirkan universitas-universitas muslim tertua di dunia.
“Satu abad kemudian, (Eropa)
copy paste dari konsep wakaf umat Islam hingga melahirkan universitas-universitas di Eropa,” kata Imam, dikutip laman resmi BWI, Rabu (29/9/2021).
Mengutip laman wakafmandiri.org, Oxford University terlahir dari sistem wakaf uang. Dengan begitu, para pendeta mengamati dan meniru konsep wakaf sehingga terbentuk universitas-universitas di Eropa.
Sejak wakaf (
endowment) dipraktikkan sebagai penopang pendidikan di Barat pada 1502 M oleh lady Margaret Beaufort, Countess of Richmond (Pangeran wanita) atau nenek untuk Raja Henry VIII, di Universitas Oxford (Lady Margaret Professor of Divinity) dan Cambridge (Lady Margaret Professor of Divinity), wakaf di Barat hingga kini menjadi motor penggerak penting kemajuan pendidikan, terutama perguruan tinggi.
Lembaga akademis di Eropa dan Amerika menggunakan dana wakaf untuk membiayai operasional universitas. Selain itu, dana wakaf juga digunakan untuk membiayai setiap lembaga yang ada di universitas, contohnya untuk pemberian beasiswa.
Hal yang pasti pengelolaan dana wakaf pendidikan di dunia barat berjalan maksimal. Ini terbukti dengan banyaknya universitas top dunia yang dikelola dengan sistem wakaf pendidikan. Di antaranya Massachusetts Institute of Technology, Harvard University, University of Cambridge, Stanford University, California Institute of Technology (Caltech), University of Oxford, serta University College London (UCL).
Kemudian ada Imperial College London, ETH Zurich Swiss Federal Institute of Technology, University of Chicago, dan Princeton University.
Wakaf pendidikan di dunia barat meliputi sarana dan prasarana pendidikan, pengembangan dan riset ilmu pengetahuan dan teknologi, chaired professorship (guru besar), beasiswa dan riset bidang kemanusiaan.
Wakaf juga hadir dalam puncak peradaban Islam. itu bisa dilihat saat periode Utsmani, wakaf mengalami peningkatan dan mencapai puncak terutama wakaf uang. Bahkan saat perbankan belum ada, wakaf sudah menjadi penopang dalam aktivitas perekonomian umat Islam.
Potensi wakaf di Indonesia sangat besat. Tentu hal itu menjadi tantangan bagi umat Islam untuk memaksimalkan potensi wakaf tersebut. Bukan hanya fasilitas umum, namun pendidikan bisa dimaksimalkan dengan wakaf.
Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban setiap warga negara peduli terhadap perkembangan para pemimpin masa depan. Membangun dan menjadikan kualitas pendidikan di Tanah Air setidaknya seperti Oxford University.
Dengan wakaf tidak ada yang tak mungkin. Jika potensi itu dimaksimalkan dengan baik, maka cita-cita memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia bukan hal mustahil.
Apalagi jika dirasakan lebih jauh, wakaf adalah amalan yang pahalanya tidak akan pernah terputus, pahala wakaf sebagai investasi di akhirat kelak.
(jqf)