Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 15 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Perjanjian Lama: Sejarah, Penyusunan, dan Perkembangannya Menurut Maurice Bucaille

miftah yusufpati Jum'at, 16 Mei 2025 - 05:45 WIB
Perjanjian Lama: Sejarah, Penyusunan, dan Perkembangannya Menurut Maurice Bucaille
Perjanjian Lama merupakan monumen literatur bangsa Yahudi. Ilustrasi: UnsPlash
LANGIT7.ID- Perjanjian Lama merupakan kumpulan fasal-fasal yang panjangnya tidak seragam dan berisi berbagai macam tema. Fasal-fasal ini ditulis selama lebih dari sembilan abad, dalam beberapa bahasa, dan berawal dari tradisi lisan.

"Banyak dari teks tersebut telah dikoreksi dan dilengkapi sesuai dengan kejadian atau kebutuhan tertentu yang terjadi dalam rentang waktu yang sangat berjauhan satu sama lain," tulis Dr. Maurice Bucaille dalam bukunya berjudul "La Bible, le Coran et la Science" yang diterjemahkan Prof. Dr. H.M. Rasyidi menjadi "Bibek, Quran, dan Sains Modern" (Bulan Bintang, 1979).

Kemungkinan besar, lanjut Bucaille, literatur yang melimpah ini mulai muncul pada awal berdirinya monarki Yahudi, sekitar abad ke-11 SM.

Saat itu muncul kelompok pegawai kerajaan yang bertindak sebagai sekretaris, yaitu orang-orang cendekia yang pekerjaannya melampaui sekadar menulis.

Dari masa inilah muncul tulisan-tulisan awal yang kemudian tercantum dalam fasal-fasal Perjanjian Lama, seperti nyanyian-nyanyian, ucapan Nabi Ya’kub dan Nabi Dawud, Sepuluh Perintah Tuhan, serta teks-teks legislatif yang menjadi cikal bakal tradisi keagamaan sebelum tersusunnya undang-undang formal.

Sekitar abad ke-10 SM, tersusunlah teks "Yahwist" dari Pentateukh (Taurat), yang terdiri dari lima fasal pertama. Teks ini kemudian dilengkapi dengan bagian-bagian tambahan yang dikenal sebagai versi "Elohist" dan "Sakerdotal". Teks Yahwist mencakup periode dari awal penciptaan hingga wafatnya Ya’kub dan berasal dari Kerajaan Selatan (Yuda).

Pada akhir abad ke-9 dan pertengahan abad ke-8 SM, di Kerajaan Israel (bagian Utara), muncul pengaruh para nabi Elia dan Elisa, yang tulisannya juga tercantum dalam Perjanjian Lama. Teks Elohist lebih singkat dibandingkan Yahwist, hanya mencakup kisah Abraham, Ya’kub, dan Yusuf. Kitab Yusak dan Hakim-Hakim juga berasal dari periode ini.

Abad ke-8 SM menjadi masa munculnya nabi-nabi penulis seperti Amos dan Hosea di Israel Utara, serta Yesaya dan Mikha di Kerajaan Selatan (Yuda).

Pada tahun 721 SM, Samaria (kerajaan yang lebih besar) mencaplok Israel, dan Yuda mewarisi tradisi keagamaannya. Pada masa inilah teks-teks Yahwist dan Elohist mulai digabungkan dan menyusun bentuk awal Taurat, termasuk Kitab Ulangan.

Pemerintahan Raja Yosia pada paruh kedua abad ke-7 SM bersamaan dengan munculnya Nabi Yeremia, meskipun karya Yeremia baru berbentuk definitif satu abad kemudian.

Sebelum pembuangan ke Babel (598 SM), muncul pula kenabian Zefanya, Nahum, dan Habakuk. Ketika Yerusalem jatuh pada 587 SM, dimulailah masa pembuangan kedua, yang baru berakhir pada 538 SM setelah kemenangan Persia atas Babilonia.

Kitab Yehezkiel, nabi besar pada masa pembuangan, baru dibukukan setelah wafatnya. Penulis-penulis kitab Yehezkiel juga menyusun versi Sakerdotal dari Kitab Kejadian, yang mencakup periode dari penciptaan dunia hingga wafatnya Ya’kub. Dengan demikian, teks Sakerdotal menjadi teks ketiga yang disisipkan di antara teks Yahwist dan Elohist, meski berasal dari periode yang jauh lebih muda. Sekitar waktu ini juga muncul kitab Ratapan (Lamentation).

Setelah Raja Cyrus dari Persia mengakhiri pembuangan pada tahun 538 SM, bangsa Yahudi kembali ke Palestina dan membangun kembali Bait Allah. Muncullah nabi-nabi baru dan kitab-kitab seperti Hagai, Zakharia, Maleakhi, Daniel, dan Barukh.

Pasca pengasingan ke Babel, fasal-fasal Perjanjian Lama yang lain mulai disusun:

- Amsal Sulaiman (Proverbs): sekitar tahun 480 SM
- Kitab Ayub: pertengahan abad ke-5 SM
- Pengkhotbah (Ecclesiastes/Chronicles): abad ke-3 SM
- Nyanyian Agung (Song of Solomon): abad ke-3 SM
- Kitab Esdras dan Nehemia
- Kitab Sirakh (Ecclesiasticus/Sirach): abad ke-2 SM
- Kitab Kebijaksanaan Sulaiman dan dua Kitab Makabe: abad ke-1 SM

Kitab-kitab seperti Rut, Ester, Yunus, Tobit, dan Yudit sulit dipastikan kapan penulisannya, dan keterangan-keterangan tersebut masih mungkin berubah jika riset baru ditemukan. Keseluruhan Perjanjian Lama baru terkumpul pada abad ke-1 SM dan menjadi bentuk definitifnya pada abad pertama Masehi.

Dengan demikian, Perjanjian Lama merupakan monumen literatur bangsa Yahudi yang terkumpul secara bertahap hingga masa awal agama Nasrani. Kitab-kitabnya telah ditulis, disempurnakan, dan ditinjau ulang antara abad ke-10 hingga abad ke-1 SM.

Fakta-fakta ini bukan sekadar opini pribadi, melainkan dikutip dari Encyclopedia Universalis, cetakan 1974, jilid III, halaman 246–253, oleh S.P. Sandraz, seorang guru besar di Fakultas Dominikan, Soulchoir. Untuk memahami Perjanjian Lama, kita perlu merujuk pada hasil penelitian para spesialis yang kompeten di bidang ini.

Sebuah wahyu mungkin telah tercampur dalam tulisan-tulisan tersebut, namun yang kini kita miliki hanyalah versi yang ditinggalkan oleh orang-orang yang telah mengubah teks asli sesuai dengan situasi dan kondisi yang mereka hadapi.

Bila kita membandingkan fakta objektif ini dengan isi kata pengantar berbagai versi Bibel yang dicetak untuk kalangan awam, kita menemukan perbedaan yang mencolok.

Dalam pengantar-pengantar itu, tidak dijelaskan proses pembukuan Bibel secara mendetail. Hal-hal yang samar dan tidak jelas dibiarkan begitu saja, sehingga membingungkan pembaca.

Banyak pula soal-soal penting yang diperkecil atau bahkan diabaikan, sehingga memberikan gambaran yang tidak akurat. Tak sedikit kitab yang telah mengalami revisi berkali-kali—seperti Taurat—namun dalam edisinya hanya disebutkan adanya penambahan detail, tanpa mengakui perubahan substansi.

Kadang kala, seorang penulis hanya membahas bagian yang tidak penting dan mengabaikan pokok bahasan utama yang justru sangat penting untuk dipahami. Ini tentu menyedihkan, terutama karena kesalahan semacam ini dilakukan oleh mereka yang menyebarluaskan Bibel kepada masyarakat awam.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 15 Juni 2026
Imsak
04:29
Shubuh
04:39
Dhuhur
11:57
Ashar
15:18
Maghrib
17:49
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)