LANGIT7-surabaya,- - Seorang juru sembelih pada Idul Adha wajib memahami anatomi hewan, teknik pemotongan yang benar, serta memastikan hewan tidak mengalami stres atau sakit berkepanjangan.
“Pisau sembelih harus benar-benar tajam. Tumpulnya alat bisa membuat hewan tersiksa. Ini soal adab, bukan hanya soal prosedur,” kata Instruktur Nasional Juru Sembelih Halal (Juleha) drh Iskandar Muda MSc pada Workshop Qurban 2025 yang digelar Universitas Airlangga (Unair).
“Qurban bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini ibadah besar yang harus dijalankan dengan ilmu, bukan sekadar semangat,” tambahnya.
Dia juga menegaskan bahwa penggunaan alat sembelih tidak bisa sembarangan. Bentuk, panjang, dan cara mengasah harus sesuai dengan standar halal agar tidak merusak bagian vital yang bisa membuat sembelihan tidak sah.
Baca juga:
Makna Mampu dalam Persyaratan Kewajiban Menunaikan Haji Perwakilan Pusat Halal Unair, Adistiar Prayoga SEI MM, menyatakan, kegiatan ini merupakan wujud kontribusi Unair dalam menyebarkan literasi halal dan penguatan peran kampus dalam pengelolaan pangan berbasis syariah.
“Kami ingin peserta bisa menularkan ilmu ini di lingkungannya. Qurban bukan hanya soal ibadah, tapi juga soal tanggung jawab pada hewan dan sesama,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi aktif Unair dalam penguatan literasi halal dan pembinaan kompetensi juru sembelih di masyarakat.
Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta mampu menerapkan standar penyembelihan yang baik, benar, dan sesuai syariah dalam pelaksanaan qurban di lingkungan masing-masing.
Pusat Halal Unair menegaskan bahwa pelatihan semacam ini akan terus berlanjut sebagai bagian dari upaya Unair membangun ekosistem pangan halal yang berkelanjutan
(ori)