LANGIT7.ID-, Jakarta- - Penulis dan influencer kebaikan, Maman Suherman, menyatakan, pemahaman tentang Hari Raya
Idul Qurban belum benar-benar dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat Indonesia. Hal itu ditengarai kurangnya minat baca masyarakat.
“Perintah pertama kita jelas Iqra, tapi berapa banyak orang Indonesia yang menjalankan perintah itu. Minat baca kita rendah pemahaman kita tentang qurban bahkan mungkin tidak komprehensif,”ujar Kang Maman dalam acara Baitul Maal Hidayatullah (BMH) melalui keterangan pers kepada Langit7.id, Senin (12/6/2023).
Menurut Kang Maman, hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah mengedukasi masyarakat tentang qurban. Edukasi qurban tersebut penting dilakukan oleh Lembaga-lembaga dakwah seperti BMH.
Baca juga:
Permudah Jemaah Haji, Arab Saudi Kasih Kode dan Sortir Barang Bawaan“Saya mengajak masyarakat Muslim untuk berkurban melalui Baitul Maal Hidayatullah. Saya bagian provokator aja dengan harapan 1 kambing lalu kemudian 4000 orang ikut berqurban,”ujarnya.
Kang Maman menambahkan, qurban bukan mengorbankan harta, tapi justru melipatgandakan. Akal manusia memang tidak menganalogikan hal tersebut, karena berasal dari matematika Allah SWT. Maka itu, qurban harus dilandasi dengan keimanan.
“Paling penting bagaimana menjadikan harta kita bermanfaat untuk sesama. Ada nilai yang luar biasa dalam qurban. Ini bukti pengabdian seorang Muslim kepada Allah dengan berbagi harta untuk kaum dhuafa,” ujarnya.
Kang Maman lalu menyebut empat hal dampak dari berqurban. Pertama, terdapat nilai silaturahmi yang kuat. "Silaturahmi ini merupakan ajaran Rasulullah SAW. Jangan sekadar potong tetapi juga makan bersama dan duduk bersama," ungkapnya.
Baca juga:
Tebar Hewan Kurban, Upaya Pemerataan Konsumsi Daging bagi Masyarakat PelosokKedua, qurban punya fungsi ekonomi. Kambing yang disembelih menghidupi banyak orang. Ketiga, kurban juga mengandung literasi finansial. Hal inilah yang dilakukan oleh Dai Tangguh BMH Ustadz Supriyanto dengan membuat lumbung ternak atas dukungan BMH.
"Memberdayakan warga sekitar. Ada peternak, penanam rumput, yang secara ekonomi punya nilai. Pemberdayaan menjadi hidup. Ekonomi menjadi hidup. Mari terus suarakan qurban ini. Mari menjadi generasi qurban,” tutur Kang Maman.

(ori)