LANGIT7.ID, Semarang - Kinerja 11 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Tengah mendapat sorotan dari DPRD Jateng.
Anggota Komisi C DPRD Jateng Agung Budi Margono mengatakan potensi pendapatan asli daerah (PAD) dari lini bisnis BUMD sangat besar, nilainya mencapai Rp528 miliar. Namun, hingga saat ini baru memberikan kontribusi 3,3% dari potensi yang ada.
"Kontribusi PAD yang baru 3,3% tentunya masih jauh dari harapan. Ini yang harus terus didorong," ujar Agung Budi Margono dalam acara “Prime Topic : Meningkatkan PAD Bersama BUMD Jateng”, Rabu (29/9/2021).
Menurut Agung, potensi pendapatan daerah di Jawa Tengah masih sangat besar. Sehingga, BUMD bisa terus menggenjot PAD agar keuangan daerah bisa semakin mandiri.
Baca juga:
Mentan : Produksi Jagung Nasional Diprediksi Overstok"Apalagi saat pandemi Covid-19 seperti saat ini target pencapaian pajak tidak bisa memenuhi target," tegasnya seperti dikutip dari laman Pemrov Jateng.
Politisi PKS ini menambahkan, BUMD semestinya bisa menjadi ujung tombak dalam mengisi pundi-pundi keuangan daerah. Sehingga pemerintah tidak dipusingkan soal pembelanjaan daerah yang harus ditopang dengan pendapatan daerah.
"Ini harusnya membutuhkan perhatian yang sangat besar dan serius,” ucapnya.
Baca juga:
Komitmen UNIQLO Dukung Bisnis UKM Lokal IndonesiaDalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Semarang, Hardiwinoto mengatakan, kontribusi BUMD masih sangat rendah sekitar 3% dari PAD.
Sehingga, PAD masih bergantung pada penerimaan pajak. "Dengan ini kita harus bisa meningkat kan pendapatan daerah bukan pajak juga, saat ini PAD nonpajak masih didominasi Bank Jateng dan BKK," tegasnya.
(sof)