LANGIT7.ID - , Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengunjungi Grobogan, Jawa Tengah, memastikan ketersediaan pasokan jagung melimpah untuk kebutuhan pakan ternak. Dalam rangkaian acaranya tersebut, Mentan juga melakukan panen jagung dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional.
"Panen jagung di Grobogan ini mewakili gerakan pertanian khususnya jagung yang ada di seluruh Nusantara. Presiden Jokowi memerintahkan kepada saya untuk turun ke lapangan panen jagung. Panen hari ini membuktikan jagung ada dimana-mana," kata Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.
Produksi jagung nasional kita tahun 2021 ini diperkirakan overstok 2,85 juta ton, tambah menteri.
Baca juga : Tumbuh Positif, Pertanian dan Makanan Halal Jadi Fokus Pengembangan Ekonomi Syariah Mentan mewakili acara panen jagung nusantara di Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan dan panen serempak di seluruh wilayah Indonesia lainnya berlangsung secara virtual.
Panen jagung nasional berlangsung hingga akhir tahun 2021, dimana prakiraan luas panen September ini 299.059 hektar, Oktober 230.157 hektar, November 207.264 hektar dan Desember seluas 197.265 hektar dengan produksi masing-masing 1,21 juta ton, 916.759 ton, 1 juta ton dan 881.787 ton.
Menteri Syahrul mengungkapkan berdasarkan data prognosa Kementan dan Badan Pusat Statistik, bahwa luas panen jagung nasional Januari-Desember 2021 seluas 4,15 juta hektar, produksi bersihnya sebesar 15,79 juta ton dengan kadar air 14 persen.
Baca juga : Dukung Ketahanan Pangan Nasional, PLN Siap Pasok Listrik ke Kawasan Food Estate KaltengSementara Kebutuhan jagung setahun untuk pakan, konsumsi dan industri pangan totalnya 14,37 juta ton sehingga dengan menambahkan stok akhir Desember 2020 (carry over) sebesar 1,43 juta ton, diperoleh stok jagung 2021 sebanyak 2,85 juta ton .
"Kalau begitu tidak ada masalah dengan stok jagung kita tahun ini, kecuali cari jagung sampai 7.000 ton di supermarket tidak mungkin dapat. Tapi kalau turun ke petani dan Grobogan hari ini pasti ada berapa saja maunya," kata Mentan.
Menurut dia, ketersediaan jagung dalam negeri dipastikan aman sebab jagung merupakan komoditas yang mudah ditanam di seluruh daerah Indonesia.
(est)