LANGIT7.ID-Paris; Petenis peringkat 2 dunia asal Spanyol, Carlos Alcaraz menjadi salah satu bintang yang diprediksi bisa menjuarai Roland Garros 2025.
Karena pribadi dan penampilannya yang juga menarik, maka dalam duel di babak kedua Paris Open melawan Fabian Marozsan asal Hungaria mendapat dukungan supporter yang luar biasa.
Meski sempat mendapatkan perlawanan sengit dari Marozsan, Alcaraz yang tampil di babak kedua ini dengan rambut barunya, akhirnya bisa memenangkan pertandingan bergengsi ini dengan skor 6-1, 4-6, 6-1, 6-2.
Kemenangan ini mencatatkan 20 kemenangan Alcaraz di Roland Garros.
Sebagai juara bertahan, Alcaraz sempat kalah dari Marozsan di turnamen ATP Masters 1000 di Roma dua tahun lalu. Kali ini, ia sempat kesulitan menghadapi dropshot halus Marozsan di lapangan tertutup Philippe-Chatrier.
Namun, setelah kehilangan set kedua, Alcaraz segera mengembalikan performa dengan dominasi di set ketiga dan keempat. Pemain peringkat kedua PIF ATP Rankings ini meningkatkan agresivitasnya dan menghasilkan sejumlah pukulan passing menakjubkan, menjadi pemain kelahiran tahun 2000-an pertama yang meraih 20 kemenangan di Roland Garros.
![Alcaraz Tampil Dengan Rambut Baru dan Lolos ke Babak Ketiga Setelah Sukses Tumbangkan Fabian Marozsan]()
"Ini pertandingan yang hebat," kata Alcaraz. "Saya bermain bagus di set pertama dengan kepercayaan diri tinggi. Di set kedua, dia bermain lebih agresif dan hampir tanpa kesalahan. Itu cukup sulit, tapi saya senang bisa bangkit di set ketiga dan bermain semakin baik. Dua set terakhir sangat solid."
Alcaraz berusaha menjadi pemain pertama yang mempertahankan gelar di Paris sejak Rafael Nadal (2019-20). Ia selanjutnya akan menghadapi petenis Prancis Giovanni Mpetshi Perricard atau Damir Dzumhur setelah kemenangan selama 2 jam 9 menit ini.
Sejak Mei lalu, Alcaraz memiliki rekor 29-2 di lapangan tanah liat, termasuk gelar Roland Garros pertamanya dan medali perak di Olimpiade Paris 2024. Tahun ini, ia juga menjuarai ATP Masters 1000 di Monte-Carlo dan Roma—mengalahkan Jannik Sinner di final dan memimpin 7-4 dalam rivalitas Head2Head mereka.
Alcaraz sempat mundur dari Madrid Masters karena cedera adduktor dan mengenakan penyangga lutut di Roma. Namun, di Paris, ia tampil tanpa masalah dan tanpa perban di dua pertandingan pertamanya.
Marozsan pernah mengalahkan Alcaraz di Roma 2023. Di Paris, ia sempat memberi tekanan dengan permainan net dan sentuhan halusnya, tapi Alcaraz lebih banyak unggul dalam permainan strategis, menggerakkan Marozsan dari sudut ke sudut lapangan.
"Terkadang sulit untuk bersenang-senang di lapangan, saya harus berjuang," ujar Alcaraz tentang mentalitasnya. "Tergantung lawan juga. Tapi saya selalu berusaha menikmati permainan dan bermain di lapangan seperti ini. Saya ingin menikmati setiap momen dan memberikan pertandingan terbaik untuk penonton."(*/saf/atptour)
(lam)