LANGIT7.ID-Paris; Si remaja ajaib, Mirra Andreeva kembali menunjukkan mental tangguh di Roland Garros. Setelah tertinggal 1-3 di set pertama, pemain berusia 18 tahun asal Rusia itu bangkit dan mengalahkan Ashlyn Krueger dengan skor 6-3, 6-4 pada pertandingan Kamis (29/5).
Sebagai unggulan keenam, Andreeva berhasil membalas kekalahannya dari Krueger di pertemuan sebelumnya dan melaju ke putaran ketiga untuk ketiga kalinya berturut-turut, seperti dilaporkan News.Az mengutip media asing.
Krueger (peringkat 35) pernah mengalahkan Andreeva di Grand Slam dalam satu-satunya pertemuan mereka sebelumnya, yaitu di babak kedua US Open tahun lalu dengan skor 6-1, 6-4. Pemain AS berusia 21 tahun itu terus menunjukkan peningkatan tahun ini, termasuk meraih final WTA 500 pertamanya di Abu Dhabi pada Februari.
Namun, perkembangan Andreeva di 2025 bahkan lebih spektakuler. Remaja asal Rusia itu kini masuk 10 besar dunia setelah memenangkan dua gelar WTA 1000 pertamanya di Dubai dan Indian Wells. Setelah membalikkan ketertinggalan 0-3 di babak pertama melawan Cristina Bucsa, Andreeva kembali membuktikan kemampuannya membaca permainan melawan Krueger yang bermain agresif.
"Pertandingan ini tidak mudah," kata Andreeva dalam wawancara di lapangan. "Saya kalah darinya di US Open, jadi saya tahu ini akan sulit. Dia pemain yang kuat dan ofensif, jadi saya harus tampil maksimal hari ini. Saya berusaha melakukan semua yang bisa saya lakukan. Agak kesulitan di servis, tapi senang akhirnya bisa menang dan tetap tenang."
Andreeva, yang tahun lalu mencapai semifinal, selanjutnya akan menghadapi unggulan ke-32 Yulia Putintseva atau kualifikasi Joanna Garland. Dengan ini, ia berpeluang melaju ke minggu kedua Grand Slam untuk kelima kalinya—hanya dalam sembilan penampilan di babak utama.
Komedi Setback dan Aksi Memukau Krueger sempat mendominasi lima game pertama dengan groundstroke dalam dan agresi terkendali. Namun, di game servisnya pada skor 3-2, ia melakukan tiga unforced error dan satu double fault, membuka peluang bagi Andreeva untuk bangkit.
Dari ketertinggalan 1-3, Andreeva memenangkan enam game beruntun dan unggul 1-0 di set kedua. Set kedua sempat berantakan dengan double fault dari kedua pemain (Andreeva 6, Krueger 4), tetapi Andreeva kembali meningkatkan level permainannya.
Di game kedelapan, ia memukau penonton di Court Simonne-Mathieu dengan drop shot tak terduga dan pertahanan spektakuler yang diakhiri forehand dari baseline. Andreeva akhirnya memecah servis Krueger untuk menang 5-4 dan menutup pertandingan dengan mulus.(*/saf/news.az)
(lam)