Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Vaksin Sputnik V Diklaim 91% Efektif, akankah Masuk Indonesia?

ajeng ritzki Selasa, 13 Juli 2021 - 14:10 WIB
Vaksin Sputnik V Diklaim 91% Efektif,  akankah Masuk  Indonesia?
Vaksin Covid-19 produksi Rusia, Sputnik V. Foto: Sputnikvaccine.com
LANGIT7.ID, Jakarta - Muncul nama vaksin terbaru yang cukup banyak dibicarakan akhir-akhir ini. Vaksin Sputnik V atau Gam-Covid adalah vaksin Covid-19 yang diproduksi Gamaleya Research Institute, Rusia.

Sebenarnya vaksin ini tidak benar-benar baru karena telah digunakan di negara produsennya sejak Februari 2020 untuk fase uji coba. Bahkan menurut laporan sejumlah media luar, Vaksin Sputnik V sudah digunakan 40 negara, antara lain Argentina, India, Iran, Kenya, Meksiko, Pakistan, Filipina, dan Uni Emirat Arab.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, menurut laporan cnbc.com, juga telah divaksin menggunakan Sputnik V pada bulan lalu. Dalam konferensi tahunan yang ditayangkan TASS news agency, orang nomor satu negeri beruang merah itu menyatakan, "Saya memang memilih divaksin dengan Sputnik V".

Terkait peluang penggunaan di dalam negeri, belum ada konfirmasi atau pemberitahuan resmi dari pemerintah. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa vaksin ini akan digunakan oleh pemerintah dalam program vaksin.

Mengingat resmi digunakan secara luas, Vaksin Sputnik berarti telah melewati uji klinis fase III yang melibatkan 40.000 orang di Rusia. Peserta uji klinis vaksin Sputnik, menurut keterangan yang dilansir situs resminya, sputnikvaccine.com, terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 18 tahun hingga 60 tahun ke atas.

Selain itu, sekitar 24% dari penerima vaksin adalah orang yang memiliki penyakit penyerta, antara lain diabetes, hipertensi, obesitas, dan penyakit jantung iskemik.

Peserta uji klinis vaksin Sputnik ini merupakan orang-orang yang belum pernah terinfeksi virus Corona, tidak ada kontak erat dengan pasien COVID-19, tidak memiliki alergi terhadap kandungan vaksin ini, dan tidak sedang mengalami penyakit infeksi pernapasan.

Vaksin Sputnik diberikan dalam dua dosis, masing-masing dosis mengandung 0,5 ml. Rentang pemberian dosis kedua usai suntikan pertama adalah 21 hari.

Vaksin ini belum mendapat pengesahan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO). Pasalnya persetujuan WHO sangat penting sebagai kunci pendistribusian luas melalui inisiatif Akses Global Vaksin COVID-19 (COVAX), yang menyediakan dosis bagi negara-negara berpenghasilan rendah.

Vaksin Covid-19 ini sempat menuai kecaman lantaran diizinkan digunakan oleh Kementerian Kesehatan Rusia pada 11 Agustus 2020, lebih dari sebulan sebelum hasil uji coba fase I dan II dipublikasikan.

Ahli epidemiologi, Michael Toole di Burnet Institute di Melbourne, Australia dikutip dari Nature, mengatakan, "Jika pemerintah mengesahkan penggunaannya sebelum publik mengetahui hasil ujinya, maka tidak membangun kepercayaan."

Kecemasan tersebut sepertinya berhasil dihalau dengan laporan hasil uji klinis fase 3 vaksin Sputnik yang diterbitkan pada bulan Febuari 2021 oleh pengembang vaksin. Hasil menunjukkan bahwa vaksin Sputnik ini 91,6 persen efektif mencegah infeksi gejala virus corona Covid-19 dan 100 persen efektif mencegah infeksi parah.

Vaksin ini mirip dengan AstraZeneca dan Johnson & Johnson, yakni memanfaatkan virus yang dilemahkan, bukan virus yang mati. Bedanya, Sputnik menggunakan adenovirus rAd26 dan rAd5 untuk kedua dosisnya.

(arp)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)