LANGIT7.ID, Jakarta - Saat ini transaksi jual-beli online melalui
marketplace masih menjadi pilihan nomor wahid. Sebab, lewat
marketplace penjual dan pembeli dipertemukan dalam satu wadah yang terbilang simpel.
Namun, seringkali para penjual, khususnya
dropshipper, melakukan beberapa kesalahan ketika mengunggah produknya di
marketplace. Kesalahan ini juga sering dianggap sepele, padahal jika terus melakukannya maka akan menyebabkan kerugian.
Maka, sebaiknya pahami betul apa yang harus dan tidak harus dilakukan oleh penjual dengan sistem
dropshipper. Lantas apa saja sih kesalahan itu?
Baca juga: Tiga Langkah Riset Sebelum Jualan di Facebook MarketplaceBerikut ini adalah kesalahan yang sering dilakukan dropshipper ketika menjual produknya di
marketplace.
Menggunakan Satu Akun Penjual dan PembeliSeringkali seseorang yang aktif melakukan transaksi di marketplace, baik sebagai penjual atau pun pembeli, menggunakan satu akun yang sama. Padahal, hal ini keliru, dan ada membuat dua akun marketplace untuk kebutuhan berbeda.
Sebab, jika tidak memisahkan akun untuk kebutuhan yang berbeda,
marketplace biasanya akan meninjau akun tersebut. Jika menemukan adanya transaksi jual-beli palsu (
fake order), yang biasanya dilakukan untuk menambahkan testimoni baik pada akun penjual, maka dikhawatirkan
marketplace akan memblokir akun tersebut.
"Sebenarnya untuk menunjukkan profesionalitas penjual adalah dengan menemukan produk tepat yang sedang tren untuk dijual. Jadi tidak hanya sekadar banyaknya transaksi atau pun testimoni yang baik," kata konten kreator dan pelaku bisnis online, Sahlan Ridwan dikanal Youtubenya.
Kloning AkunBiasanya hal ini dilakukan oleh dropshipper pemula dengan menggunakan aplikasi tertentu untuk kebutuhan kloning akun di satu perangkat yang sama. Kloning akun ini dibuat biasanya untuk melakukan berbagai transaksi palsu, guna meningkatkan
traffic jual-beli toko online.
Hal ini merupakan kesalahan fatal yang dilakukan oleh banyak penjual. Sebab, jika alamat IP yang terdeteksi oleh
marketplace itu sama, maka tidak dipungkiri akun yang sudah ada malah diblokir nantinya.
Salah Menentukan Berat ProdukHal ini sering dialami oleh
dropshipper pemula yang kurang teliti. Bukan diblokir oleh
marketplace, melainkan
dropshipper akan merugi karena harus menambahkan biaya ongkos kirim yang ternyata salah dan kurang.
Jadi bukannya dapat untuk, dropshipper malah akan mengeluarkan biaya tambahan yang seharusnya tidak terjadi. Untuk itu, penting untuk tetap teliti dalam menuliskan deskripsi dan lainnya dalam melakukan posting produk di
marketplace.
"Jadi tipsnya, jika satu produk memiliki berat satu kilogram, maka bisa dituliskan lebih dari berat yang sebenarnya sekitar 10-15 persen. Selain itu, terkadang memang berat produk itu sudah benar, tapi seringkali didapati ongkos kirim lebih mahal, itu disebabkan jika volume barang yang dikirim terlalu besar," jelasnya.
Baca juga: Tips Laku Jualan di Facebook Marketplace Tanpa IklanSalah Alamat dan KurirKesalahan ini menjadi salah satu yang cukup fatal di antara yang lain. Sebab, jika penjual melakukan kesalahan ini maka biasanya pembeli akan memberikan testimoni buruk, akibat lamanya barang sampai dan kesalahan teknis di pengiriman.
"Jadi, untuk
dropshipper yang ingin menjual produk dari
supplier, maka perlu menuliskan alamat gudang
supplier, bukan menuliskan alamat domisili dari
dropshipper," katanya.
Itu tadi empat kesalahan yang sering dianggap sepele. Padahal tanpa disadari kesalahan itu akan menyebabkan banyak kerugian, seperti citra akun penjual yang buruk atau bahkan diblokir
marketplace, termasuk kerugian materi karena kesalahan teknis dan lainnya.
Untuk itu,
dropshipper pemula perlu benar-benar memahami cara berjualan di
marketplace sebagai
dropshipper. Sehingga kesalaha tersebut dapat dihindari.
(zul)