LANGIT7.ID-Jakarta; Dengan dua laga penentu melawan China dan Jepang yang sudah di depan mata, Timnas Indonesia memasuki fase krusial dalam pemusatan latihan di Jakarta. Fokus tim kini bukan lagi soal seleksi pemain, melainkan menyempurnakan pola permainan dan formasi inti yang telah diasah sejak latihan di Bali.
Selama hampir sepekan sebelumnya, skuad Garuda telah berlatih di Bali. Dari total 32 pemain awal, hanya tiga yang harus keluar dari sesi karena cedera: Sandy Walsh, Eliano Reijnders, dan Septian Satria Bagaskara. Beckham Putra kemudian dipanggil untuk mengisi kekosongan di lini tengah yang ditinggalkan Septian.
Baca juga: Kiper Utama Timnas Absen Lawan China, Siapa yang Gantikan Maarten Paes?Sebanyak 28 pemain diboyong langsung dari Bali menuju Jakarta. Dua nama lainnya—Kevin Diks dan Maarten Paes—menyusul dari luar negeri dan bergabung langsung di ibu kota. Ini memastikan bahwa Kluivert kini bisa bekerja dengan komposisi penuh berjumlah 30 pemain.
"Sebanyak 28 pemain ikut dalam rombongan dari Bali, semuanya dalam kondisi fit. Dua pemain lainnya, Maarten Paes dan Kevin Diks, akan bergabung langsung di Jakarta," ujar Manajer Timnas Indonesia Sumardji dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/6/2025).
Keputusan Kluivert untuk tetap mempertahankan semua pemain, meskipun hanya 22 atau 23 yang bisa masuk daftar resmi pertandingan, menjadi penegasan bahwa ia ingin memaksimalkan waktu persiapan. Setiap sesi latihan akan menjadi uji coba langsung untuk menentukan siapa yang paling siap secara taktik dan mental.
"Jadi sementara ini 30 pemain akan tetap jadi satu. Kemungkinan (dicoret) kalau ada, sangat kecil. Kami akan komunikasikan kembali ke coach Patrick (Kluivert), apakah ada yang akan dipulangkan atau tidak," ujar Sumardji.
Pendekatan ini juga memungkinkan pelatih mengevaluasi lebih dalam respons pemain terhadap simulasi laga-laga penting. TC di Jakarta bukan sekadar latihan, tetapi juga ujian format, fleksibilitas strategi, dan chemistry antarpemain.
Dari sisi teknis, Kluivert tengah menyiapkan formula terbaik untuk mengimbangi kekuatan dua lawan tangguh di Grup C. Kombinasi pemain naturalisasi dan talenta lokal menjadi titik tekan, ditambah dengan kedatangan nama-nama kunci seperti Paes dan Diks yang bisa mengubah dinamika tim.
Tanpa ketegangan seleksi, suasana latihan berjalan dalam iklim positif. Pemain diberi ruang untuk fokus pada eksekusi taktik dan penguatan kerja sama. Dengan waktu yang semakin mepet, Jakarta menjadi panggung gladi bersih sebelum duel hidup-mati menuju tiket Piala Dunia 2026.
(lam)