LANGIT7.ID-Kecelakaan fatal India Air membuat bisnis Boeing 787 Dreamliner terancam. Pesawat yang sebelumnya aman dan sudah mengakut satu miliar penumpang ini dalam krisis.
Penerbangan Air India 171 tujuan London itu jatuh di Ahmedabad. Sebanyak 242 penumpang dinyatakan tewas, dan hanya satu yang dinyatakan selamat.
Sebelum kecelakaan tragis yang melibatkan India Air, sejumlah kecelakaan Boeing berikut ini menandakan perkembangan dan dinamika bisnis Boeing 787 Dreamliner.
1. Ethiopian Airlines 787 terbakar Pada Juli 2013, pesawat Ethiopian Airlines 787 yang tidak membawa penumpang terbakar di landasan bandara Heathrow di London.
Insiden tersebut kemudian dikaitkan dengan korsleting pada Transmitter Lokator Darurat.
2. Operasional 787 sempat dihentikan Pada tahun yang sama, regulator sementara menghentikan operasional armada 787 secara global setelah baterai lithium pada dua pesawat Jepang di Tokyo dan Boston mengalami overheating. Perubahan desain kemudian dilakukan untuk memperbaiki masalah ini.
3. LATAM Airlines Chile menukik, 50 orang terluka Pada Maret tahun lalu, setidaknya 50 orang terluka saat pesawat 787 yang dioperasikan oleh LATAM Airlines Chile tiba-tiba turun secara tiba-tiba di tengah penerbangan dari Sydney ke Auckland.
Penyelidik fokus pada pergerakan maju yang tidak disengaja pada kursi pilot.
Sementara itu, satu-satunya korban selamat dari kecelakaan India Air diketahui bernama Vishwashkumar Ramesh.
Saat menumpangi pesawat nahas ini, ia berada di kursi 11A pada penerbangan Boeing 787 tujuan London ketika pesawat tersebut jatuh tak lama setelah lepas landas di Ahmedabad, India Barat.
Saudara Vishwashkumar, Nayan Kumar Ramesh, mengatakan kepada BBC News bahwa Vishwashkumar “tidak tahu bagaimana dia bisa selamat” dan berhasil keluar dari pesawat sebagai satu-satunya penyintas.
Air India menyatakan bahwa semua penumpang dan awak pesawat lainnya tewas. Korban tewas adalah 169 warga India dan 52 warga Inggris.
(hbd)