LANGIT7.ID-, New Delhi - Vishwash Kumar Rames, menjadi satu-satunya
korban selamat dari 242 orang di dalam pesawat
Air India yang jatuh di Ahmedabad pada Kamis, 12 Juni 2025 kemarin.
Diketahui, Vishwash Kumar duduk di kursi penumpang yang berada di dekat pintu darurat pesawat. Menurut keterangan polisi, Vishwash berhasil melompat keluar dari pesawat tujuan Inggris tersebut.
Perwira polisi senior Ahmedabad Vidhi Chaudhary mengatakan, "Ia berada di dekat pintu darurat dan berhasil melarikan diri dengan melompat keluar dari pintu darurat."
Baca juga: Kronologi Pesawat Air India Jatuh dan Tewaskan 241 PenumpangDilansir Reuters, Jumat (13/6/2025), pria berusia 40 tahun itu mengatakan ia terbang ke
Inggris bersama saudaranya setelah mengunjungi keluarga mereka di
India.
“Ketika saya bangun, ada mayat-mayat di sekeliling saya. Saya takut. Saya berdiri dan berlari. Ada serpihan pesawat di sekeliling saya. Seseorang memegang saya dan memasukkan saya ke dalam
ambulans dan membawa saya ke
rumah sakit,” kata Vishwash yang mengaku sebagai warga negara Inggris.
Foto boarding pass Vishwash yang ditampilkan secara daring oleh Hindustan Times menunjukkan bahwa ia berada di kursi 11A pesawat yang menuju Bandara Gatwick.
Vishwash mengatakan, saudaranya Ajay duduk di baris yang berbeda di pesawat dan ia meminta bantuan untuk menemukannya.
"Saya tidak percaya bagaimana saya bisa selamat. Untuk beberapa saat saya pikir saya juga akan mati," kata Vishwash.
"Tetapi ketika saya membuka mata, saya menyadari bahwa saya masih hidup dan saya mencoba melepaskan sabuk pengaman dari kursi dan melarikan diri dari tempat yang saya bisa. Di depan mata saya, pramugari dan yang lainnya (meninggal)."
Vishwash mengatakan pesawat tampak berhenti di udara selama beberapa detik tak lama setelah lepas landas dan lampu kabin hijau dan putih menyala.
Baca juga: Identitas Satu-satunya Korban Selamat Jatuhnya Pesawat Air India yang Tewaskan 241 Penumpang, Duduk di Kursi 11 AIa mengatakan dapat merasakan daya dorong mesin meningkat tetapi kemudian pesawat "menabrak dengan cepat ke asrama".
"Sisi pesawat yang saya tumpangi mendarat di tanah, dan saya dapat melihat ada ruang di luar pesawat, jadi ketika pintu saya rusak, saya mencoba melarikan diri melaluinya dan berhasil," kata Vishwash.
"Sisi berlawanan dari pesawat terhalang oleh dinding bangunan sehingga tidak ada yang bisa keluar dari sana."
Vishwas kemudian berjalan keluar dari lokasi kecelakaan dengan hanya luka bakar di lengan kirinya.
Perdana Menteri India Narendra Modi, yang tiba di negara bagian asalnya Gujarat untuk mengunjungi lokasi kecelakaan, menemui Vishwash di rumah sakit.
Pesawat Air India jatuh di daerah pemukiman dan menabrak asrama perguruan tinggi kedokteran di luar bandara saat jam makan siang.
Insiden Air India menjadi bencana penerbangan terburuk di dunia dalam satu dekade.
Lebih dari 290 orang tewas dalam kecelakaan itu, baik penumpang dan awak pesawat juga beberapa orang di kawasan pemukiman tersebut.
Baca juga: Selain Air India, Ini 3 Kecelakaan Pesawat yang Libatkan Boeing 787Meski Vishwash disebut sebagai satu-satunya penumpang selamat, namun polisi mengatakan operasi penyelamatan masih terus berlanjut.
"Kemungkinan besar ada lebih banyak korban selamat di antara korban luka yang dirawat di rumah sakit," kata petugas Chaudhary.
(est)