Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Nasyid Santri Saintis: Animasi Futuristik Karya Santri, Ajak Padukan Islam dan Sains

Muhajirin Jum'at, 01 Oktober 2021 - 15:02 WIB
Nasyid Santri Saintis: Animasi Futuristik Karya Santri, Ajak Padukan Islam dan Sains
Video klip animasi nasyid Santri Saintis (foto: Gontor TV)
LANGIT7.ID, Ponorogo - Kesan pertama saat menonton video klip animasi nasyid Santri Saintis adalah santri ternyata sangat kreatif dan inovatif. Remaja-remaja yang dididik di pesantren tak selamanya berkutat ilmu-ilmu agama, namun mereka juga melek teknologi dan sains serta memadukan keduanya.

Nasyid yang diinisiasi santri yang tergabung dalam Exact Club menampilkan sebuah karya audio visual dengan menggunakan format animated comic illustration. Video klip itu lalu dikemas dengan aransemen musik bergenre EDM alternative dan dibawakan oleh G-Wave.

Semua gambar dalam video klip ini berbentuk animasi komik hasil racikan tim produksi bersama ilustrator ternama Tanah Air. Lagu yang menjalani proses rekaman di Darussalam Recording Studio dan Gorda Recording Studio ini rilis pada Jumat, 1 Oktober 2021, pukul 13.00 di kanal YouTube Gontor TV.

Baca Juga: Menengok Dapur Rekaman Nasyid Gontor, Dakwah Santri Lewat Karya Seni

Proses pembuatan video klip tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak kendala yang menjadi tantangan. Namun semua duri-duri tersebut menjadi pelajaran. Kekurangan dalam pembuatan video klip Santri Saintis akan menjadi evaluasi project lagu selanjutnya.

“Total estimasi proses untuk pembuatan video klip sekitar 3 bulan. Kami banyak belajar dari proses produksi ini, dari proses ilustrasi, animating, dan lain sebagainya,” kata Produser Gontor TV, Muchammad Taufiq Affandi, kepada LANGIT7.ID, Jumat (1/10/2021).

Santri Saintis tak sekadar menampilkan inovasi santri dalam memanfaatkan teknologi. Namun ada pesan penting dari bait-bait lagu tersebut. Ustadz Taufik menyebut, lirik lagu itu merupakan terjemahan nilai falsafah hidup yang diajarkan di pesantren.

Salah satu inspirasi bait syair Santri Saintis adalah ungkapan pendiri gontor, jadilah ulama yang intelek, bukan sekadar intelek yang tahu agama. Pesan-pesan itu dibingkai dengan video klip yang menceritakan sebuah situasi katastropi fiksional di masa depan.

Situasi itu dapat diatasi oleh tiga orang santri yang memiliki kemampuan berbeda-beda. Diceritakan, santri-santri itu mempelajari karya-karya Avicenna (Ibn Sina), salah satunya adalah the Canon (Al-Qanuun fi at-Tibb) dan karya Averroes (Ibn Rusyd) selama mondok.

Selain mengejawantahkan nilai-nilai falsafah pesantren, pilihan tanggal perilisan juga mengandung pesan tersirat. 1 Oktober bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila. Gontor ingin menyampaikan, santri memiliki nasionalisme tinggi.

“Kami merilis dari Hari Sakti Pancasila, di mana saat menulisnya pun kami terinspirasi dari sila pertama pancasila yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa dan tentu sila-sila lain,” kata Ustadz Taufik.

Ustadz Taufik berharap, lagu tersebut bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh santri di Tanah Air. Ia ingin para santri menguasai ilmu agama dan sains dan menyatukan keduanya. Selain itu, bait-bait berbahasa Inggris merupakan harapan agar lagu itu bisa diterima oleh masyarakat dunia.

“Mari kita bersama sama bangkit maju, dan mengembangkan pendidikan berbasis nilai,” katanya.

Berikut video klip lengkap Lagu Santri Saintis



(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)