LANGIT7.ID, Jakarta - Pandemi Covid-19 telah mewabah setahun lebih sehingga membuat proses belajar-mengajar berbeda pada saat masa-masa normal. Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir mengingatkan kepada para pendidik di Tanah Air agar tak surut semangatnya dalam mendidik meski pandemi Covid-19 masih melanda. Terlebih para guru di sekolah-sekolah Muhammadiyah yang menjadi pelopor pendidikan di Indonesia.
"Memang saat ini kita tidak bisa menyelenggarakan pendidikan seperti biasanya. Kita berada dalam musibah wabah corona. Seluruh dunia, tidak mengenal negara maju atau berkembang," kata Haedar saat menyampaikan sambutan dalam Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) virtual SMK Muhammadiyah se-Indonesia, Selasa (13/7/2021).
Oleh karena itu, Haedar Nashir menegaskan agar seluruh civitas Muhammadiyah tetap mengikuti protokol kesehatan. Prokes tak hanya melindungi diri sendiri, tapi membantu pemerintah dan tenaga kesehatan yang tengah berjuang menanggulangi Covid-19.
"Kalau kita disiplin mengikuti prokes, itu bukan urusan kita takut, tapi disiplin itu berpengaruh pada yang lain," ucap beliau.
Haedar menjelaskan pembelajaran daring merupakan bagian dari menghadapi musibah secara rasional dan objektif.
"Kedepankan rasionalitas. Nah, urusan spiritual, itu dimensi seluruh elit bangsa untuk munajat, ketika sudah berusaha dan tawakal, selanjutnya kita pasrah kepada Allah SWT," ujar Haedar.
Menurutnya, di dalam kondisi normal saja manusia tak luput dari masalah, banyak kesulitan. Sebab manusia memang diciptakan untuk menghadapi masalah. Sehingga harus pandai beradaptasi dengan perubahan situasi.
"Kita harus segera mencari solusi apapun masalahnya. Tak mengeluh dan lari dari masalah. Kedua, kembangkanlah sikap positif. Kalau diberi masalah jangan gampang gaduh, itu namanya kita bukan
abdullah wa khalifah fil ardh, bukan hamba Allah yang baik dan khalifah," ucap dia.
Siswa Muhammadiyah Harus Semangat Meski Belajar DaringHaedar juga memberikan nasihat kepada para siswa sekolah-sekolah Muhammadiyah. Dia meminta semua siswa untuk tetap semangat, gembira dan optimis menjalani semua proses pembelajaran meski diselenggarakan secara daring.
Haedar mengisahkan, lembaga pendidikan Muhammadiyah telah diselenggarakan dalam perjalanan sejarah yang panjang. KH Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah sudah menggagas sekolah dengan sistem modern sejak 1 Desember 1911.
Muhammadiyah bisa dikatakan sebagai pelopor sistem pendidikan Islam dan nasional di Tanah Air. Sejak pertama kali muncul, Muhammadiyah sudah menggunakan sistem modern, yang mengadopsi cara-cara modern dan berkemajuan.
"Sehingga waktu itu merupakan terobosan bagi sistem pendidikan Islam dan sistem pendidikan nasional," ucap Haedar.
Hingga hari ini, Muhammadiyah sudah memiliki ribuan sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, Muhammadiyah sudah memiliki 168 Universitas dengan kualitas terbaik. Bahkan beberapa universitas menjadi universitas Islam teratas di dunia.
"Maka, percayalah kalian di tempat yang tepat. Maka itu, ketika masuk di perguruan Muhammadiyah, harus punya percaya diri, karena itu modal besar untuk sukses," kata Haedar kepada seluruh pelajar di Muhammadiyah.
Dia mengingatkan manusia memang penuh kekurangan, tapi Allah SWT telah membekali hamba-Nya akal pikiran untuk mencari solusi atas semua masalah.
"Kita memang banyak kekurangan, tapi sebagai makhluk yang diciptakan sebagai
khalifah fil Ardh, untuk membina diri, untuk menjadi manusia yang penuh prestasi-prestasi dalam berbagai aspek," pungkas Haedar.
(jqf)