LANGIT7.ID-London; Petenis nomor satu Emma Raducanu akhirnya tidak bisa membendung isi hatinya tentang perasaannya tergadap petenis yang dijuluki golden boy:Carlos Alcaraz.
Raducanu memberikan pujian selangit kepada Alcaraz yang bakal jadi calon pasangannya saat tampil di US Open Agustus nanti.
Emma Raducanu mengungkapkan motivasi di balik kerja samanya dengan Carlos Alcaraz dalam ganda campuran di US Open karena dirinya akan mengambil inspirasi dari petenis no 2 dunia itu.
Yang menarik pasangan baru ini – yang kemungkinan akan dijuluki "Alcaranu" atau "Raducaraz" – adalah salah satu dari beberapa kolaborasi menarik yang akan debut di AS Terbuka pada Agustus.
Alcaraz bercanda bahwa ketika dia mengajak Raducanu bermain bersama di turnamen bernilai $1 juta(16 miliar rupiah) itu, Raducanu butuh "waktu cukup lama" untuk membalas pesannya.
"Harus buat mereka penasaran dulu," Raducanu tertawa sebelum menjelaskan bahwa dia harus meminta izin pelatihnya sebelum menyetujui ajakan tersebut.
"Dia sangat baik, ceria, punya nilai-nilai luar biasa, dan benar-benar menyenangkan untuk diajak bersama. Pemain tenis yang hebat juga, sangat hebat."
![Emma Raducanu Akhirnya Ungkap Isi Hatinya Tentang Alcaraz: Dia Selalu Tersenyum, Sangat Menyenangkan]()
"Aku ingat dia mengalahkan Stef [Tsitsipas] di babak ketiga [AS Terbuka 2021], itu kemenangan besar, momen terobosannya di panggung besar. Seru bisa melalui turnamen itu bersamanya. Aku terus melaju di AS Terbuka, tapi kami tetap berkomunikasi sepanjang waktu dan itu menyenangkan. Kami masih punya hubungan baik. Sekarang dia sudah jauh melampauiku, tapi bagus bahwa kami punya kenangan dari dulu," kata Raducanu mengungkapkan isi hatinya.
Raducanu terlihat di balkon Queen’s Club bersama Myah Petchey, putri pelatihnya Mark, menyaksikan kemenangan Alcaraz atas Roberto Bautista Agut di semifinal HSBC Championships di queen's club London Sabtu(21/6/2025) lalu sembari memulihkan diri dari kejang punggung sebelum Eastbourne dan Wimbledon.
Menurutnya, Alcaraz – pemenang Queen’s yang mengejar "tiga gelar beruntun" Wimbledon – membawa banyak keajaiban untuk kerja sama mereka. Kisah keduanya dimulai pada 2021 saat Raducanu melambung jadi bintang setelah menjuarai AS Terbuka. Saat itu, Alcaraz berada di peringkat 55 dunia, sementara Raducanu ke-150. Bagi keduanya, turnamen itu menjadi momen penentu yang mengubah arah karier.
Raducanu mengangkat trofi beberapa bulan setelah menempuh ujian A-level, sedangkan Alcaraz memperkenalkan diri ke dunia dengan mengalahkan unggulan ketiga Tsitsipas di Arthur Ashe. Di turnamen itulah dua remaja ini pertama kali bertemu, dan di tempat yang sama mereka akan debut ganda pada Agustus tahun ini.
"Setiap kali melihatnya bermain, dia selalu tersenyum dan menikmatinya," kata Raducanu memuji Alcaraz. "Itu sebabnya dia bisa melakukan gerakan-gerakan spektakuler, mengubah poin yang sepertinya sudah hilang, dan menghasilkan pukulan luar biasa. Itu berasal dari rasa ingin tahu," imbuh Raducanu yang dari pernyataannya tidak bisa ditutupi bahwa ia sangat menyukai Alcaraz.
"Luar biasa melihatnya di sisi petenis putra dan saya mengambil inspirasi sebanyak mungkin," aku Raducanu.
Sementara itu, pada 17 Juni, diumumkan bahwa penguntit Raducanu dicegah membeli tiket Wimbledon setelah panitia menemukan namanya dalam daftar pendaftar. Pria asal Amerika Selatan itu sebelumnya mendaftar lewat undian publik.
"Menurutku Wimbledon sudah melakukan tugas dengan sangat baik. Aku dapat notifikasi, polisi menghubungiku dan meyakinkan bahwa semuanya aman," ujar Raducanu kepada BBC.
"Aku tahu bukan atlet pertama yang mengalami ini dan bukan yang terakhir. Aku merasa nyaman, aman, dan baik-baik saja. Belakangan ini aku selalu dapat perlindungan di setiap acara."
Persiapan Raducanu untuk Wimbledon tidak mulus karena masalah punggung yang memaksanya mundur dari Berlin Open pekan lalu. Saat kalah di perempat final melawan Zheng Qinwen, petugas medis dipanggil ke lapangan, dan Raducanu mengaku butuh obat pereda nyeri.
Mengakui masalahnya "butuh banyak penanganan", pemain nomor satu Inggris itu menjalani serangkaian terapi seperti dry needling, pijat jaringan lunak, stimulasi otot, dan taping. Sehari sebelum laga pertamanya melawan Ann Li, dia berlatih tanpa kendala di pagi hari.
"Ada hari baik dan hari buruk," katanya. "Aku berusaha mengelola semampuku."
Bagi Raducanu yang menyebut masalah ini sebagai "kelemahan" yang butuh perhatian ketimbang sesuatu yang serius, masih harus dilihat seberapa besar dampaknya di Eastbourne dan Wimbledon.(*/saf/telegraph)
(lam)