Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 13 Desember 2025
home global news detail berita

Drone Mikro Jadi Andalan Baru Militer Dunia, China Tampilkan Versi Nyamuk yang Sulit Terdeteksi Radar

tim langit 7 Sabtu, 28 Juni 2025 - 16:10 WIB
Drone Mikro Jadi Andalan Baru Militer Dunia, China Tampilkan Versi Nyamuk yang Sulit Terdeteksi Radar
LANGIT7.ID–Jakarta; Drone mikro semakin menjadi ujung tombak teknologi militer modern. Di tengah persaingan global, China kini menunjukkan inovasi terbarunya: sebuah drone seukuran nyamuk yang dirancang untuk misi pengintaian di medan perang. Inovasi ini menambah daftar panjang negara-negara yang telah lebih dulu mengembangkan drone militer ultra-kecil untuk kepentingan intelijen dan operasi rahasia.

Selama ini, negara seperti Norwegia dan Amerika Serikat telah lebih dulu mengadopsi teknologi sejenis. Drone Black Hornet, misalnya, merupakan perangkat berbentuk helikopter mini seukuran telapak tangan. Dilengkapi kamera dan sensor termal, drone buatan Norwegia ini telah digunakan oleh berbagai angkatan bersenjata dunia, termasuk militer Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, pada 2006 lalu, badan riset militer AS, DARPA, mengembangkan proyek ambisius bernama Hybrid Insect Micro-Electro-Mechanical Systems (HI-MEMS). Proyek tersebut bertujuan menciptakan ‘cyborg serangga’ dengan menyisipkan sistem mikro ke dalam tubuh serangga hidup.

Kini giliran China menampilkan inovasinya ke publik. Dalam sebuah siaran yang ditayangkan CCTV 7 akhir pekan lalu, peneliti dari National University of Defence Technology (NUDT) memamerkan sederet teknologi robotika mutakhir, termasuk drone bionik mini yang disebut-sebut menyerupai nyamuk.

“Di tangan saya adalah robot yang mirip nyamuk. Robot bionik mini seperti ini sangat cocok untuk pengintaian dan misi khusus di medan perang,” kata Liang Hexiang, seorang mahasiswa di NUDT, kepada CCTV, dikutip Sabtu (28/6/2025).

Bentuk drone ini sangat ringkas. Panjangnya hanya sekitar 2 cm, seukuran stik kecil dengan berat hanya 0,3 gram. Di kedua sisinya terdapat sayap mini berbentuk seperti daun, sementara di bagian bawah terpasang tiga kaki halus. Sayap tersebut mampu mengepak hingga 500 kali per detik agar drone tetap melayang stabil di udara.

Menariknya, versi prototipe dengan empat sayap juga diperkenalkan dalam demonstrasi, yang bisa dikendalikan lewat ponsel. Meski mungil, drone ini dipersenjatai sensor canggih yang dirancang khusus untuk pengintaian dan misi militer rahasia. Jenis sensor maupun data yang dikumpulkan tidak dirinci secara terbuka, namun para ahli meyakini bahwa bentuknya yang kecil membuatnya sulit dideteksi oleh radar konvensional.

Drone berukuran mikro kini bukan lagi hal baru di dunia militer. Perkembangan pesat di bidang teknologi nano dan robotika telah membuka peluang besar bagi berbagai negara untuk menciptakan alat pengintai yang nyaris tak terlihat.

Dengan bergabungnya China ke dalam perlombaan drone mikro, lanskap pengintaian militer global tampak semakin kompleks. Apalagi, pengembangan perangkat seukuran nyamuk ini bukan hanya tantangan teknis, tetapi juga menimbulkan perdebatan etis dalam penggunaannya di wilayah sipil dan zona perang. (South China Morning Post)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 13 Desember 2025
Imsak
04:00
Shubuh
04:10
Dhuhur
11:50
Ashar
15:16
Maghrib
18:04
Isya
19:20
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan