Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Harmoni Zaman 70-an, Kementerian Kebudayaan Angkat Kembali Karya Musik Legendaris Indonesia

tim langit 7 Selasa, 01 Juli 2025 - 16:50 WIB
Harmoni Zaman 70-an, Kementerian Kebudayaan Angkat Kembali Karya Musik Legendaris Indonesia
LANGIT7.ID-Jakarta; Setelah sukses menggelar “Harmoni Zaman 60-an” dan Edisi Spesial Elvy Sukaesih, Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia kembali menghadirkan pentas musik “Harmoni Zaman 70-an” sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi kepada para musisi dan penyanyi legendaris Indonesia yang berjaya pada era 1970-an. Acara yang berlangsung di Golden Ballroom, The Sultan Hotel & Residence Jakarta ini menjadi salah satu upaya nyata Kementerian Kebudayaan dalam memperkuat ekosistem musik nasional serta melestarikan karya-karya bersejarah yang telah mewarnai perjalanan musik Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang hadir secara langsung dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya kepada para musisi legendaris yang telah memberikan kontribusi besar dalam perkembangan musik tanah air, yakni Panbers, Black Selection, The Rollies, dan The Mercy’s Band. “Harmoni Zaman 70-an ini adalah sebuah rangkaian dari upaya Kementerian Kebudayaan untuk mengapresiasi para musisi, para penyanyi, grup band yang telah memberikan kontribusi yang nyata dalam perjalanan musik Indonesia,” pungkasnya, Selasa (1/7/2025).

Menbud juga menekankan pentingnya kegiatan seperti Harmoni Zaman 70-an sebagai jembatan antargenerasi. "Melalui Harmoni Zaman 70-an, kami ingin kegiatan-kegiatan seperti ini menjadi penyambung zaman dari dulu, kini, dan yang akan datang," ujar Menbud Fadli Zon. Ia meyakini bahwa lagu-lagu dari para musisi legendaris tersebut tidak hanya mewarnai zamannya, tetapi juga tetap relevan dan dinikmati hingga saat ini.

Menbud Fadli menegaskan pentingnya peran musik dalam pemajuan kebudayaan nasional. “Kita berharap musik ini menjadi satu bagian dari pemajuan kebudayaan yang sangat penting. Dengan kehadiran Kementerian Kebudayaan yang baru pertama berdiri sejak 79 tahun inilah, kita harus banyak dituntut bagaimana bisa mengangkat seluruh objek pemajuan kebudayaan termasuk musik, film, dan juga ekspresi-ekspresi budaya lainnya,” jelasnya.

Panbers, band legendaris Indonesia yang dibentuk pada 1969 oleh empat bersaudara Panjaitan: Benny Panjaitan (vokal), Doan Panjaitan (gitar), Hans Panjaitan (bass), dan Asido Panjaitan (drum) lewat lagu seperti “Akhir Cinta” dan “Gereja Tua”, mengajak kita merenung tentang cinta, kehilangan, dan kenangan yang tak lekang oleh waktu. The Rollies, lewat irama penuh energi dalam lagu seperti “Kau Yang Ku Sayang”, memperkenalkan lagu pada masanya begitu populer. The Mercy’s menyentuh hati pendengar lewat lagu-lagu “Tiada Lagi”, yang begitu melekat dalam ingatan lintas generasi. Black Selection, dengan lagu “Untukmu Pramuria”, memperkaya khazanah musik Indonesia dengan rasa yang mendalam dan gaya yang berbeda. Lirik-lirik yang puitis, aransemen yang kaya dan penuh eksperimen, serta semangat artistik menjadikan musik era ini sebagai warisan estetik yang tak ternilai.

Acara yang diselenggarakan atas inisiasi Asosiasi Mahasvara Nusantara dan Kementerian Kebudayaan, didukung oleh Pertamina (Persero) ini dibuka dengan penampilan dari The Rollies yang membawakan lagu “Bimbi”, “Astuti”, “Salam Terakhir”, dan “Kemarau”.

Menbud Fadli dalam kesempatan ini juga turut mempersembahkan lagu “Kau yang Ku Sayang” duet bersama The Rollies. Pentas musik dilanjutkan penampilan Panbers, yang membawakan lagu “Gereja Tua”, “Terlambat Sudah”, dan “Pilu” yang berkolaborasi dengan Menbud Fadli. Black Selection dan The Mercy’s Band juga turut menampilkan lagu-lagu terbaiknya.

Sebagai bentuk apresiasi, Menteri Kebudayaan memberikan plakat dan piagam penghargaan berupa piringan emas kepada perwakilan dari keempat grup legendaris atas jejak panjang, dedikasi, dan karya abadi yang telah mengisi ruang-ruang kehidupan.

Memeriahkan acara ini, turut hadir musisi senior, seniman, budayawan, artis, tokoh, dan pejabat, di antaranya Gilang Ramadhan, Dwiki Dharmawan, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, Guntur Soekarno, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Indonesia, Fahri Hamzah, Jajang C. Noer, Iis Sugianto, Anggota DPD RI, Alfiansyah ‘Komeng’, Putu Supadma Rudana, Yul Utama, Manoj Santani, Daus Separo, Eddie Gunardirdja, dan Ricky Kurniawan.

Sementara itu, dari jajaran Kementerian Kebudayaan turut hadir, di antaranya Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Anissa Rengganis; Direktur Pemberdayaan Nilai Budaya dan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, Yayuk Sri Budi Rahayu, Direktur Pengembangan Budaya Digital, Andi Syamsu Rijal; Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Irini Dewi Wanti; dan Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja.

Di akhir sambutannya, Menbud Fadli berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut ke masa mendatang. Dirinya mengatakan, ke depan Kementerian Kebudayaan berencana untuk terus menyelenggarakan Harmoni Zaman dalam berbagai edisi. “Mudah-mudahan ke depan juga kita akan menyelenggarakan Harmoni Zaman 80-an, 90-an, nanti mungkin balik lagi ke 60-an, dan lain-lain. Mudah-mudahan kita bisa bersilaturahmi dan juga mengembangkan musik Indonesia untuk semakin dikenal di tengah peradaban dunia sebagaimana amanat konstitusi kita, bagaimana memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia,” tutupnya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)