LANGIT7.ID-Jakarta; Lebih dari 8.000 pesantren di seluruh Indonesia dipastikan ikut serta dalam Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional 2025 yang untuk pertama kalinya digelar dalam format berbasis digital. Hal ini menjadi tonggak penting bagi modernisasi sistem pendidikan pesantren, tanpa harus meninggalkan akar tradisi keilmuan klasik yang selama ini menjadi fondasi utama.
Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam Arskal Salim menegaskan bahwa penyelenggaraan MQK Internasional tahun 2025 yang berbasis digital memungkinkan keterlibatan lebih luas dari seluruh ekosistem pesantren di Indonesia. “Dengan pendekatan digital, MQK tahun ini dapat menjangkau seluruh pesantren yang telah berpartisipasi dalam seleksi berbasis CBT, jumlahnya lebih dari 8.000 pesantren,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (2/7/2025).
Menurutnya, pemanfaatan platform digital tidak hanya efisien, tetapi juga sejalan dengan semangat modernisasi pendidikan pesantren yang tetap berbasis tradisi keilmuan klasik.
Transformasi digital ini juga mencakup seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari proses seleksi hingga pelaporan. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menjelaskan bahwa sistem digital diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan jangkauan partisipasi.
Bahkan, 10 Duta Besar RI untuk negara-negara Asia Tenggara peserta MQK turut diundang secara daring dalam pembukaan MQK Internasional. Kegiatan virtual ini juga akan dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, asosiasi pesantren, serta para pengasuh pondok pesantren dari seluruh Indonesia.
Penerapan teknologi ini sekaligus memperkuat semangat local to global yang diusung dalam penyelenggaraan MQK Internasional perdana. Suyitno menyampaikan bahwa pendekatan tersebut bertujuan untuk mengenalkan nilai-nilai khas pesantren Indonesia kepada dunia, tanpa kehilangan akar tradisinya. “MQK kali ini istimewa, karena untuk pertama kalinya berskala internasional dan diadakan di kawasan timur Indonesia. MQK kali ini juga diselenggarakan berbasis digital, serta mengusung semangat local to global,” ujar Amien.
Pelaksanaan MQK Internasional 2025 dijadwalkan berlangsung di Pesantren As’adiyah Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada 1–7 Oktober 2025. Rangkaian kegiatan tersebut akan dibuka secara resmi pada 8 Juli 2025 oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.
Selain Menag, sejumlah tokoh nasional dan internasional juga dijadwalkan hadir, seperti Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, para duta besar negara peserta MQK, hingga pengasuh pesantren dari dalam dan luar negeri.
Dalam seremoni pembukaan tersebut, logo dan maskot MQK Internasional ke-1 Tahun 2025 akan diluncurkan. Acara ini juga menjadi momentum pengenalan berbagai kegiatan pendukung menjelang pelaksanaan utama MQK.
Sebagai informasi, MQK Internasional 2025 akan melibatkan negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste. Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah.
“Kehadiran negara-negara ini diharapkan memperkuat peran pesantren sebagai pilar diplomasi kebudayaan dan pusat keilmuan Islam di kawasan,” kata Suyitno.
(lam)