LANGIT7.ID-Jakarta; Pemulihan ekonomi nasional membawa dampak nyata terhadap meningkatnya minat masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah haji. Pemerintah kini dihadapkan pada persoalan serius, yaitu semakin panjangnya antrean calon jemaah haji dari tahun ke tahun.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, daya beli umat Islam Indonesia yang terus meningkat menjadi faktor utama di balik membengkaknya jumlah pendaftar haji. “Artinya kemampuan rakyat kita, kemampuan umat muslim di negara kita untuk menunaikan ibadah haji itu akan semakin meningkat. Nah ini secara hitungan matematis sudah pasti akan terjadi peningkatan,” ujar dia dalam keterangannya, dikutip Rabu (2/7/2025).
Pemerintah pun berupaya mencari solusi atas lonjakan permintaan tersebut, terutama untuk memangkas masa tunggu haji yang kian panjang. Prasetyo menekankan bahwa antrean calon jemaah telah menjadi persoalan serius yang perlu segera direspons. “Karena sebagaimana teman-teman ketahui juga kan antrean haji kita juga sudah cukup panjang,” kata dia.
Dalam rangka menghadapi persoalan ini, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke luar negeri selama hampir dua pekan, termasuk ke Arab Saudi. Salah satu agendanya adalah melakukan pembicaraan dengan Pemerintah Arab Saudi mengenai peluang penambahan kuota haji pada tahun 2026 mendatang.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung antara Prabowo dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud di Istana Al-Salam, Jeddah. Namun, menurut Prasetyo, hingga saat ini belum ada angka pasti terkait target tambahan kuota yang akan dibicarakan dalam pertemuan tersebut. “Belum, kalau soal target belum,” ujar dia.
Meski belum menetapkan target, harapan pemerintah Indonesia tetap besar agar Arab Saudi memberikan tambahan kuota haji tahun depan. “Pasti ya harapannya juga sebenarnya dari tahun ke tahun kan kita berharap diberi penambahan kuota,” kata Prasetyo.
Dengan kondisi ekonomi yang menunjukkan peningkatan dan minat masyarakat terhadap ibadah haji yang terus melonjak, pemerintah merasa perlu mempercepat langkah strategis demi memastikan waktu tunggu jemaah tidak semakin memburuk.
(lam)