LANGIT7.ID-Jakarta; Indonesia kembali mengukuhkan posisinya di kancah internasional sebagai negara dengan sistem keuangan syariah yang terus berkembang dan diakui secara global. Sepanjang tahun 2024, Indonesia berhasil meraih berbagai pencapaian internasional yang menempatkannya di antara pemain utama keuangan syariah dunia.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menyampaikan bahwa Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam Islamic Finance Development Indicator 2024 dan peringkat ketiga dalam Global Islamic Fintech Report. Selain itu, Indonesia juga meraih 16 penghargaan internasional, termasuk pada penerbitan green sukuk tahun ketujuh berturut-turut.
“Selain itu, Indonesia terus mendapatkan pengakuan global. Tahun ini, Indonesia menempati peringkat keempat dunia dalam Islamic Finance Development Indicator 2024 dan peringkat ketiga dalam Global Islamic Fintech Report. Indonesia juga meraih 16 penghargaan internasional, termasuk pada penerbitan green sukuk tahun ketujuh berturut-turut,” ujar Mahendra, di Jakarta, dikutip Rabu (9/7/2025).
Berbagai pencapaian global ini tercantum dalam Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2024 yang resmi diluncurkan OJK pada 8 Juli 2025 di Jakarta. Laporan ini juga menyoroti langkah-langkah kolaboratif OJK bersama kementerian dan lembaga lainnya dalam memperluas literasi serta inklusi keuangan syariah di Tanah Air.
“LPKSI merupakan laporan tahunan yang telah diterbitkan sejak 2013. Laporan ini memuat informasi komprehensif, mulai dari kinerja industri, kebijakan pengembangan, pencapaian roadmap, hingga kontribusi OJK dan pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujar Dian Ediana Rae, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK.
Tak hanya itu, OJK bersama Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) selama 2024 telah menggelar berbagai kegiatan edukatif yang bertujuan untuk memperluas jangkauan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah. Kegiatan tersebut meliputi seminar nasional dan internasional, festival keuangan syariah, sosialisasi daring dan luring, webinar, serta program pelatihan bagi para trainer.
“Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung pembentukan KPKS. Semoga kerja sama dan dedikasi kita semua dapat memberikan kontribusi berarti bagi kemajuan sektor keuangan syariah Indonesia ke depan,” pungkas Mahendra.
Peluncuran LPKSI 2024 menjadi bagian dari komitmen OJK dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah nasional, termasuk penyusunan rencana strategis pengembangan setiap sektor keuangan syariah. Momentum ini juga menjadi tonggak penting dalam menandai peningkatan posisi Indonesia secara global dalam bidang keuangan syariah.
(lam)