LANGIT7.ID-Jakarta; Artikel ini awalnya diposting di aplikasi Voronoi kami. Unduh aplikasi secara gratis di iOS atau Android dan temukan bagan berbasis data yang menarik dari berbagai sumber terpercaya.
Di dunia yang semakin dibentuk oleh pergeseran aliansi dan konflik global, opini publik menjadi tolok ukur yang berguna untuk melihat posisi diplomasi suatu negara.
Pada bagan ini, kami memvisualisasikan pandangan internasional terhadap Israel berdasarkan survei di 24 negara yang dilakukan pada tahun 2025. Data menunjukkan bahwa Israel menghadapi ketidaksetujuan di banyak bagian dunia, dengan hanya segelintir negara yang memiliki pandangan lebih positif daripada negatif.
Data & PembahasanData untuk visualisasi ini berasal dari Pew Research Center.
Survei ini mengeksplorasi sikap terhadap Israel di 24 negara, mengukur tanggapan yang tidak menguntungkan maupun menguntungkan. Rata-rata median menunjukkan bahwa 62% memiliki pandangan tidak menguntungkan terhadap Israel, sementara hanya 29% yang menyatakan opini positif. Perlu dicatat bahwa responden yang tidak menjawab tidak ditampilkan.
Sentimen Negatif yang MeluasTurki melaporkan persentase pandangan negatif tertinggi, dengan 93% responden memiliki opini tidak menguntungkan terhadap Israel. Ini termasuk 84% yang menyatakan mereka memandang Israel "sangat tidak menguntungkan."
Pandangan internasional terhadap Israel juga cukup negatif di sebagian besar Eropa dan Asia, terutama di Indonesia (80% total tidak menguntungkan) dan Jepang (79% total tidak menguntungkan).
Alasan di balik hasil ini kemungkinan mencakup dukungan untuk Palestina, sikap anti-perang, dan solidaritas agama. Indonesia, misalnya, memiliki populasi Muslim terbesar di dunia.
![Survei Pandangan Dunia terhadap Israel pada Tahun 2025: Indonesia, Turki dan Jepang Paling Negatif Pada Israel]()
Negara-Negara yang Memandang Israel Secara PositifHanya tiga negara dalam survei ini yang mayoritas respondennya menyatakan opini positif: Nigeria (59%), Kenya (50%), dan India (34% menguntungkan vs. 29% tidak menguntungkan). Negara-negara ini menonjol sebagai pengecualian, mungkin karena perbedaan aliansi geopolitik atau narasi media. Perlu dicatat bahwa India memiliki persentase tertinggi yang tidak merespons, yaitu 37%.(*/saf/visualcapitalist)
(lam)