LANGIT7.ID-Washington; Anna Kalinskaya berhasil menghentikan langkah Emma Raducanu di semifinal DC Open, mengamankan tempat di final sembari terus memburu gelar WTA pertamanya. Petenis Rusia berusia 26 tahun itu tampil solid, meraih kemenangan dua set langsung (6-4, 6-3) dan menggagalkan harapan Raducanu untuk mencapai final pertamanya sejak US Open 2021.
Bagi Kalinskaya, ini bukan pencapaian mudah. Setelah sempat menembus peringkat 14 dunia awal 2024, ia mengalami penurunan performa dan kini berada di posisi No. 48. Yang mengejutkan, ia belum pernah memenangkan gelar WTA—dua final sebelumnya berakhir dengan kekalahan:
1. Dubai Duty Free Tennis Championships 2024 (kalah dari Jasmine Paolini).
2. Berlin Ladies Open 2024 (kalah dari Jessica Pegula di tie-break set ketiga).
Kali ini, ia berpeluang menebusnya melawan Leylah Fernandez. Kanada itu mengalahkan Elena Rybakina di semifinal dan sempat berharap menghadapi Raducanu—lawan finalnya di US Open 2021. Namun, Kalinskaya tampil lebih tangguh.
Ketangguhan Mental Kalinskaya Menentukan Set Pertama
- Kedua pemain tampil seimbang di awal, dengan servis kuat dari kedua sisi.
- Pada skor 3-2 untuk Raducanu, Kalinskaya menyelamatkan dua break point untuk mempertahankan kedudukan.
- Di 4-4, Kalinskaya akhirnya memanfaatkan return-nya yang tajam, memecah servis Raducanu.
- Meski sempat tertinggal 15-40 saat menutup set, ia bangkit dan mencuri set pertama 6-4.
Set Kedua
- Kalinskaya langsung memecah servis Raducanu di awal, tapi performa servisnya turun (efektivitas servis pertama turun dari 70% ke 59%).
- Raducanu sempat berpeluang balik, tapi Kalinskaya bertahan di game-game krusial.
- Di 3-2, Kalinskaya kembali memecah servis Raducanu dan memastikan kemenangan 6-3.
Final DC Open: Kalinskaya vs. Fernandez Dampak Klasemen:
- Kalinskaya melonjak 17 peringkat ke No. 31, menggeser Raducanu ke No. 33.
- Fernandez kini di No. 27, dan bisa naik ke No. 24 jika menang.
Catatan Fernandez:
- Setelah final US Open 2021, Fernandez perlahan membangun konsistensi.
- Raih 2 gelar WTA (Monterrey 2022, Hong Kong 2023) dan beberapa penampilan kuat di turnamen besar, termasuk perempatfinal Roland Garros.
Kesimpulan Kalinskaya membuktikan kemampuannya di level atas, sementara Raducanu masih berjuang untuk kembali ke performa puncak. Di final nanti, Fernandez akan menjadi ujian berat—apakah Kalinskaya akhirnya bisa meraih gelar pertamanya?(*/saf/tennisuptodate)
(lam)