LANGIT7.ID - Menjadi ibu menyimpan cerita suka duka tersendiri, tak terkecuali Shireen Sungkar. Selebritas yang berhenti dari dunia hiburan semenjak memutuskan berjilbab ini memiliki pengalaman inspiratif.
Shireen membagikan cerita suka duka menjadi seorang ibu dari 3 orang anak bersama sahabatnya Oki Setiana Dewi.
Melalui kanal Youtubenya, Oki yang sekaligus host dalam video yang tayang bulan lalu menanyakan kepada Shireen beberapa hal terkait kerepotan mengurus 3 anak denga usia tidak terpaut jauh.
"Bisa dihitung jari ya akurnya," ungkap Shireen ketika ditanya apakah anak-anaknya sering
berantem. Jawaba itu disusul tawa Oki yang menjumpai hal serupa pada anak-anaknya.
"Jadi kalau yang nonton merasa depresi anak-anaknya berantem melulu, kalian punya teman," imbuhnya.
Shireen pun membagikan pengalamannya ketika harus menghadapi anak-anaknya yang berkelahi dengan saudaranya. Seperti apa ceritanya?
1. Jangan bela satu orangShireen mencoba untuk tidak membela salah satu anaknya ketika terjadi keributan. Hal itu menurutnya untuk menghindari kecemberuan di antara anak-anaknya.
"Aku belain yang beneran misalnya, Adam merebut mainan Hawa. Dulu sebelum aku belajar parenting aku lerai terus kan, padahal gak harusnya berantem itu dilerai, itu akan membuat mereka belajar solve problem mereka sendiri, jangan dikit-dikit orang tua masuk terus," ujarnya.
2. Biarkan anak belajar mempertahankan pendapatnyaIstri Teuku Wisnu ini mulai banyak belajar parenting dan salah satu yang diterapkannya adalah menghargai pendapat anak dan membiarkan mereka belajar mempertahankan apa yang menjadi haknya.
"Misalnya gini, kalau berantemnya gak jelas pasti aku lerai, tapi kalau berantemnya karena Adam punya mainan, (lalu) Hawa rebut, biarin aja karena mainan itu punyanya dia (Adam)," paparnya.
Menurutnya membiarkan anak terlalu banyak mengalah atas apa yang dia punya, dikhawatirkan bisa berdampak menjadi tidak punya pendirian dan memiliki sifat mudah tidak enak hati dan cenderung ikut arus.
"Tapi pas dia udah mempertahankan, lalu Hawanya nangis terus, baru aku masuk, dan menjelaskan tentang baiknya berbagi dalak Islam, nah gitu," lanjut Shireen.
3. Mengajak anak mengobrol dari hati ke hatiKetika mengajak bicara anak, Shireen mengingatkan agar orang tua bisa menyesuaikan diri dengan anak.
"Yang harus kita pikirin, kita berhadapan sama anak kecil, bukan orang dewasa, kalau orang dewasa sekali dibilangin diem, kalau anak kecil butuh proses untuk mencerna dan mengendalikan ego mereka," katanya.
4.Membiarkan anak puas dengan perasaan sedih dan marahnyaSering kali orang tua harus menghadapi
mood anak yang berubah-ubah , tak jarang orang tua pun kewalahan untuk memahami apa yang anak rasakan karena mereka hanya bisa berteriak dan menangis.
Shireen memiliki kiat tersendiri ketika menghadapi situasi. Pengalaman berharga ia dapat terutama saat anak pertamanya Adam (7) mengalami keterlambatan dalam berbicara dan membuatnya sering
tantrum."Kalau anak
tantrum itu gak bisa diajak ngomong, ditenangin boleh tapi kalau diajak debat, gak bisa, karena dia satu arah, marah, marah, marah,".
Saat kondisi seperti itu Shireen hanya harus memastikan bahwa anaknya tidak sampai melukai dirinya sendiri ataupun orang lain.
Belajar dari pengalam, sia-sia jika berkomunikasi dalam kondisi anak yang emosi. Orang tua bisa, imbuhnya, menangkan dengan cara memeluk, dan mengelusnya sampai anak merasa tenang dengan sendirinya.
5. Memahami perasaan anakLangkah selanjutnya ketika anak sudah tenang dan menguasai perasaannya Shireen kemudian memeluknya dan memberi isyarat bahwa ia sebagai orang tua selalu ada untuk mendukung anaknya.
Memahami perasaan anak membuat merasa dilindungi dan aman untuk menunjukkan perasaannya. Tujuannya anak tidak memilih bercerita ke orang lain disaat mengalami masalah.
"Biasanya kalau udah nangis banget aku peluk, aku elus-elus, aku bilang gak apa-apa kalau Adam nangis, mami tahu Adam sedih, jadi aku seperti menyetujui perasaan dia dan mendukung dia di saat dia sedih," jelas adik Zaskia Sungkar ini.
6. Meminta maafMenurutnya minta maaf itu penting dan sama sekali tidak membuat posisi orang tua di mata anak lebih rendah,. "Karena orang tua tidak luput dari kesalahan dan mungkin tidak sengaja menyakiti perasaan anaknya," kata Shireen.
Justru dengan biasa meminta maaf akan membuat anak untuk menjadi orang yang berani mengakui kesalahan dan memaafkan orang lain.
(arp)