Langit7, Magelang - Persaingan usaha di sektor apparel atau bisnis pakaian tergolong ke dalam pasar yang cukup berdarah. Hal itu bisa dilihat dari menjamurnya berbagai pedagang pakaian, baik offline atau pun online.
Namun, berbeda dengan muslim milenial asal Magelang, Faisal Arif Rifai. Dari desanya, ia sukses membangun bisnis apparel dan memberdayakan banyak anak desa lain untuk bekerja dengannya.
Melalui brand Platinum Apparel dan Platinum Sport, Faisal memproduksi beragam pakaian untuk kebutuhan olahraga. Dari usahanya itu, ia mampu mengenalkan produknya hingga digunakan oleh pebalap motocross di tingkat kejuaraan internasional.
“Platinum Apparel lebih dikenal sebagai pembuat baju balap, dan untuk kru balap. Ceritanya, memang SMP saya pernah ikut ajang balapan, dan mengalami kecelakaan hingga kaki saya patah. Sejak itu, tidak pernah balap lagi tapi mulai memproduksi baju balap,” jelasnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga: Wapres Ajak Investor Global untuk Investasi Industri Halal di IndonesiaKini, dari usahanya ia merambah ke beragam kebutuhan olahraga lain. Dengan melebarkan brand barunya, yakni Platinum Sport, ia menghadirkan berbagai jersey futsal, sepak bola, badminton, dan lainnya.
![Anak Desa Ini Sukses Bisnis Pakaian Olahraga Hingga Kancah Internasional]()
Menurutnya, brand barunya tersebut juga sekarang telah berkembang cukup pesat dan diminati oleh banyak kalangan.
“Untuk baju balap ini kami khususkan di motocross, dan beberapa pebalap internasional juga sudah menggunakan produk kami. Untuk jersey tim kru balap juga sama,” katanya.
Produk Platinum Apparel kian diminati karena memiliki harga dan kualitas yang cukup bersaing di pasaran. Sebab, secara kesulurhan produk Platinum Apparel diproduksi sendiri.
Sementara untuk ide produk, Faisal selalu meminta saran dari brand ambassadornya yang juga merupakan pebalap motocross. Dari masukan yang diberikan itulah yang akhirnya membuat dia terus berinovasi.
“Dari segi sport, kita juga punya atlet nasional. Jadi memang pengalaman mereka membantu kami untuk mengembangkan usaha,” ujarnya.
Awal Merintis UsahaBerawal dari mencoba untuk sablon kaos, ketika itu Faisal mulai untuk sablon ketika masih berseragam putih abu-abu. Saat itu, orderan untuk sablon datang dari sekolahnya sendiri.
Menemukan ada peluang yang baik dari usaha ini, Faisal memberanikan diri membayar uang kuliah dari hasil keringatnya sendiri. Komitmennya itulah yang membuatnya dapat merintis usaha sablonnya hingga terus berkembang dan sukses seperti saat ini.
“Dari komitmen itu saya harus dapat rezeki, uang saku, dan usaha ini harus jalan. Tapi memang pada awalnya tidak semudah itu menjalankan usaha,” kenangnya.
Baca juga: Boyong 27 Penghargaan Subroto, PLN Dorong Perdagangan Karbon Untuk Penurunan EmisiIa menuturkan kala itu masih cukup sulit mendapatkan orderan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Namun, berkat kegigihannya, kini ia mampu mengembangkan usaha sablonnya secara signifikan.
Banyak menerima orderan, dan melakukan kegiatan penyablonan setiap hari, Faisal yang kewalahan mengerjakan semuanya sendiri mulai merekrut karyawannya. Sejak itu, ia mengaku hampir setiap dua bulan ia terus menambah jumlah karyawannya.
![Anak Desa Ini Sukses Bisnis Pakaian Olahraga Hingga Kancah Internasional]()
Dengan terus berinovasi dan mengedepankan kualitas produknya, menjadikan usahanya tetap terus berkembang dan menjadi pilihan oleh atlet atau pun orang yang sekadar suka berolahraga.
Produk Platinum Apparel dan Platinum Sport kini sudah mencakup pasar nasional secara keseluruhan dan tengah merambah pasar internasional. Beberapa kali Faisal mendapatkan pelanggan dari Malaysia, Brunei Darussalam, Jepang, dan Singapura.
Berdayakan Anak Desa Dari perkembangan usahanya yang terus meningkat ini ia mampu memberdayakan warga di daerahnya untuk bisa bekerja di Platinum Apparel dan Platinum Sport. Menurutnya, beberapa karyawannya ini bahkan ada yang tidak memiliki kemampuan sama sekali ketika masuk, sehingga ia memiliki program selama dua bulan untuk membina beberapa pekerja yang direkrutnya.
“Biasanya setelah menjalani program pembinaan, mereka sudah siap bekerja sesuai dengan bagiannya masing-masing. Kita tidak pernah selektif begitu ketat, semua sama bagi kami, yang penting ada kemauan untuk bekerja,” ujarnya.
Baca juga: Budi Daya Ikan Patin, Hasilkan Omzet Hingga Rp15 Juta per BulanDengan begitu, lanjut Faisal, anak-anak di desanya tidak perlu lagi repot-repot harus merantau atau pun kesulitan mencari pekerjaan. Ditambah lagi, ia juga tidak menerapkan aturan berpakaian kantor yang begitu ketat, dan bahkan boleh bekerja hanya dengan menggunakan sandal.
Baginya, satu sama lain memiliki kesamaan taraf hidup, sehingga tidak perlu ada lagi yang harus dibeda-bedakan. Selain itu, untuk pemasarannya pun ia juga telah memiliki setidaknya hampir 200 reseller.
“Tidak hanya pegawai di pabrik, kami juga memberikan materi kepada reseller yang tersebar di seluruh tanah air, terkait bagaimana bisa menerima orderan, promosi, dan mengembangkan potensi. Jadi hanya perlu daftar dan nanti kami bimbing,” jelasnya.
(zul)