LANGIT7.ID, Sidoarjo - Pemerintah terus berupaya mengembangkan potensi industri halal yang ada di Indonesia. Salah satunya dengan mengajak para investor global untuk berinvestasi.
Wakil Presiden KH. Ma'ruf Amin, mengatakan bahwa pengembangan industri halal menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Pengembangan yang baik dapat menjadi modal dasar untuk menarik minat investor dan menjadikan Indonesia sebagai produsen halal terbesar di dunia.
"Investor global jangan ragu-ragu untuk berinvestasi, karena kita memiliki potensi yang besar dan kita mampu untuk menjadi produsen halal terbesar di dunia," kata Ma'ruf Amin dalam keterangan persnya usai meninjau Kawasan Industri Halal (KIH) Safe n Lock di Sidoarjo, Jawa Timur, seperti dikutip Jumat (1/10).
Sejauh ini, Wapres menjelaskan bahwa sudah ada beberapa negara yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia, mulai dari Brazil Tiongkok, dan sejumlah negara di wilayah Timur Tengah.
Baca juga:
Kemenperin Kuatkan Industri Rantai Nilai Halal, Wujudkan Produsen Halal DuniaMa'ruf menyebut jika berinvestasi di Indonesia menjadi sesuatu yang sangat menjanjikan bagi investor dari manapun. Terlebih, Indonesia memiliki sertifikasi halal yang sudah diakui di seluruh dunia.
"Sertifikat kita itu kan diakui di seluruh dunia, kualitas kita juga terjaga, begitu juga dengan fasilitas lainnya. Saya kira ini sesuatu yang menjanjikan untuk investor," ujarnya.
Selain itu, Ma'ruf juga menilai Indonesia berpotensi pada beberapa subsektor industri halal, seperti produk makanan, minuman, fesyen, hingga farmasi.
Sebagai informasi, saat ini pemerintah secara masif sedang melakukan pengembangan industri halal di Indonesia. Selain melakukan promosi melalui Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, upaya pengembangan juga dilakukan dengan membangun Kawasan Industri Halal di beberapa daerah seperti Banten dan Bintan.
Baca juga:
Kemenperin Dorong Tiga Industri Halal di Indonesia Segera Beroperasi(sof)