Langit7, Jakarta - Ikan konsumsi jenis patin memiliki permintaan yang tak pernah habis di pasaran. Hal itu dikarenakan ikan ini memiliki harga yang relatif stabil dan tidak pernah mengalami gangguan pasokan.
Sehingga, peminat jenis ikan air tawar ini selalu menjadikan ikan patin sebagai menu hidangan mereka. Hal ini juga lah yang menjadikan usaha budi daya ikan patin di Jakarta Timur sudah menjadi warisan turun temurun.
Pufan Patin yang bergerak di bidang usaha budi daya ikan patin ini mengkhususkan untuk pengadaan bibit. Selain itu, Pufan Patin juga berfokus pada produksi dan distribusi ikan patin ke seluruh wilayah Indonesia.
Putra mengisahkan, usahanya ini telah berdiri sejak 1988, tapi ia baru terjun langsung menggeluti usahanya tersebut pada 2005. Menurutnya, budi daya ikan patin ini memang sudah turun-menurun dilakukan oleh keluarganya.
“Jadi saya sedikit banyak belajar dari keluarga besar. Selain itu, ikan konsumsi ini juga masiih tetap diminati yang membuat potensi di pasarnya semakin banyak,” kata dia dikanal Youtube Agromaritim.
Baca juga: Mantan Bartender Profesional Ini Pilih Berjualan Kopi Keliling dengan BentorUntuk itu, kata dia, Pufan Patin dengan berfokus pada pengadaan bibit mampu mengirimkan bibit paten hasil budi dayanya ke seluruh pulau di tanah air. Guna menghasilkan bibit unggul, Putra kerap melakukan seleksi ketat terhadap indukan ikan patin di budi dayanya ini.
Indukan ikan patin yang sudah mampu berproduksi dipilihnya ketika berusia minimal dua tahun. Selain selektif dalam pemilihan bibit, ia juga mengaku memberikan pakan terbaik untuk mendapatkan bibit ikan patin yang baik pula.
“Bibit yang kita pasarkan biasanya berukuran 2 inchi, atau berusia dua minggu setelah menetas. Untuk harga kita tergantung dari banyaknya pengambilan bibit di Pufan Patin,” katanya.
Putra biasa menjual bibit ikan patinnya paling minimal 100 ekor. Namun, para pebudi daya khusus pembesaran biasa mengambil bibit di tempatnya minimal 50 ribu ekor dengan harga hingga Rp95 ribu.
Ia juga memberikan jasa konsultasi gratis kepada konsumen, mengingat bibitnya yang dikirim ke beberapa pulau juga memiliki kualitas air dan suhu udara yang berbeda yang dapat mempengaruhi pertumbuhan bibit ikan.
“Lewat konsultasi ini kita harapkan mereka dapat membeli ke kita secara berkelanjutan. Kalau masalah tips seputar ikan patin kita pasti berikan,” katanya.
Putra mengaku menjual ikannya dengan sistem online, sehingga dapat menjangkau banyak pembeli. Rata-rata per minggunya, Putra bisa mengirimkan sebanyak 700 ribu ekor bibit ikan patin ke seluruh daerah.
“Untuk memenuhi seluruh kebutuhan itu, biasanya kami memberdayakan petani sekitar. Untuk omzetnya kami bisa mendapatkan Rp90 juta sebulan dari penjualan bibit ikan patin ini. Sementara mitra kami, saya perkirakan bisa mendapatkan Rp10-15 jutaan lah,” ujarnya.
Baca juga: Sempat Diprotes Warga, Muslim Ini Produksi Arang Briket Berdayakan Warga LokalMenurutnya, pertumbuhan dan tingkat hidup ikan sangat bergantung pada kualitas air yang ada. Sehingga untuk memberikan perawatan terbaik, salah satunya dengan menjaga kualitas air tetap baik.
Untuk itu, ia kerap kali memberikan edukasi kepada konsumennya untuk terus menjaga kualitas air di kolam ikan. Sementara untuk masa pertumbuhan yang cepat, bisa dilakukan dari pemberian pakan yang berkualitas.
“Untuk pembesaran, biasanya diberikan pelet dengan protein di atas 38 persen. Kalau untuk kolam, perlu diberi perlakuan khsusus dengan memastikan pH airnya 7, dan suhu optimal 28-30 derajat celsius,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam melakukan usaha budi daya para pelakunya tidak boleh gampang putus asa. Baginya kegagalan sudah menjadi bagian dari menjalankan usaha.
“Bahkan saya sampai saat ini masih menemui kegagalan. Jadi jangan sampai para pemula baru sekali gagal tahu-tahu sudah menyerah dan udahan,” tambahnya.
(zul)