Ada yang unik dari metode penjualan kopi yang dilakukan salah satu penjual kopi di Samosir, Sumatera Utara. Kalau biasanya produk kopi mewah hanya bisa dinikmati di hotel berbintang dan
coffeeshop, penjual kopi yang satu ini menjajakan kopi kepada warga dengan menggunakan becak bermotor (bentor).
Walaupun begitu, produk kopinya tidak bisa dibilang sembarangan. Pasalnya, Sariaman Leone Manik sebagai pemilik Kopling (Kopi Keliling), merupakan mantan bartender ternama yang memiliki pengalaman kerja mumpuni.
Bahkan, ia juga sempat menjuarai berbagai ajang kompetisi bartender di berbagai wilayah Indonesia dan seringkali meraih juara I. Leo, sapaan akrabnya, diketahui memiliki pengalaman kerja sebagai bartender profesional sejak 1999 lalu, yang kini memutuskan untuk menjadi pengusaha kopi keliling dengan menggunakan bentor.
![Mantan Bartender Profesional Ini Pilih Berjualan Kopi Keliling dengan Bentor]()
Bentor dipilihnya karena memang di Samosir sendiri kendaran bermotor beroda tiga ini menjadi yang paling populer dan sering digunakan oleh masyarakat.
Menurutnya dengan berkeliling menggunakan bentor, akan memberikan pengalaman berbeda kepada masyarakat yang ingin menikmati kopi enak tapi secara sederhana.
“Dengan menggunakan bentor ini, saya menjadi lebih dekat kepada masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah. Mereka juga layak untuk menikmati kopi mahal yang ada di
coffeeshop, tapi kali ini lebih terjangkau dan lewat bentor,” jelasnya dikanal Youtube CapCapung.
Baca juga: Sempat Diprotes Warga, Muslim Ini Produksi Arang Briket Berdayakan Warga LokalBentor juga menjadi salah satu sarana yang digunakannya untuk mengedukasi masyarakat terkait dunia perkopian. Selain itu, dengan menjual kopi menggunakan bentor, menurutnya masyarakat dapat menikmati secangkir Kopi Kopling sambil menikmati keindahan pemandangan yang ada di Samosir.
Melalui Kopling, kata dia, dapat meningkatkan pula kesejahteraan para petani lokal. Sebab, diketahui para petani lokal menjual kopinya kepada tengkulak, tapi dengan Kopling yang membeli kopi langsung para petani akan memberikan harga yang cukup bersaing.
“Jadi mereka (petani kopi) bisa menikmati harga yang bagus dari hasil pertanian mereka. Kopi yang saya beli ini biasanya akan saya olah sendiri, dan nilai jual dari proses yang saya lakukan cukup bersaing, sehingga saya bisa berikan harga spesial buat petani,” katanya.
Kopling Jadi Tantangan MoralMenurutnya, dengan menjajakan kopi menggunakan bentor, menjadi tantangan tersendiri bagi Leo, khususnya dalam hal moral. Sebab, bagi mereka yang mengetahui latar belakangnya, menyayangkan langkah Leo yang memutuskan untuk menjual kopi keliling.
“Mereka katakan kenapa saya tidak bekerja di hotel berbintang atau pun di perkotaan, tapi saya tekad dan optimistis bahwa saya bisa sukses lewat apa yang saya usahakan sekarang,” katanya.
Baca juga: Awalnya Jualan di Garasi Rumah, Kini Sukses Punya 12 Cabang Toko PempekSebagai Ketua UMKM dan pendiri Perhimpunan Bartender Sumatera Utara di Medan, saat ini Leo tengah merangkul beberapa pelaku UMKM untuk meningkatkan potensi kopi yang ada di Samosir. Sehingga, kata dia, para pelaku UMKM dapat terus belajar dan meningkatkan inovasi produk kopinya untuk bisa bersaing.
“Kami juga akan bersama belajar untuk mengembangkan dan promosi usaha. Juga menghadirkan solusi dalam berbagai tantangan yang ada, seperti izin dan sertifikasi halal,” ujarnya.
Dengan berdikari lewat Kopling, Leo mengaku mendapatkan kebebasan waktu dan finansial, serta lebih luas untuk berkreasi tanpa adanya tekanan dari atasan. Sehingga, kreativitas dan inovasi menjadi yang utama baginya dalam meningkatkan kualitas produk kopi yang unggul.
(zul)