LANGIT7.ID-, Jakarta - - Menteri Investasi dan Hilirisasi,
Rosan Roeslani, mengatakan pemerintah Indonesia mulai mengakuisisi lahan di Mekkah untuk pembangunan
Kampung Haji.
Roeslani mengatakan bahwa proyek tersebut diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto dan disetujui dalam pertemuannya dengan Putra Mahkota Arab Saudi,
Mohammed bin Salman (MBS).
Baca juga: PKB Dukung Penuh Gagasan Presiden Prabowo Bangun Kampung Haji di Mekkah“Saya melaporkan proses
pembebasan lahan di Mekkah. Proses ini diinisiasi oleh Komisi Kerajaan Mekkah, di mana mereka telah menawarkan beberapa bidang tanah yang sangat dekat dengan Mekkah,” kata Rosan Roeslani dikutip Antara, Kamis (31/7/2025).
Rosan mengatakan bahwa proyek ini memanfaatkan undang-undang Arab Saudi, yang akan berlaku mulai Januari 2026, yang mengizinkan kepemilikan penuh asing atas
properti di Mekkah.
"Untuk pertama kalinya, pihak asing, termasuk warga negara Indonesia, akan diberikan hak kepemilikan lahan penuh di wilayah tersebut," ujarnya.
Ia menambahkan, Indonesia juga diminta untuk menyerahkan desain dan rencana pembangunan infrastruktur sebelum Oktober 2025.
Lahan yang ditawarkan terdiri dari delapan bidang tanah dengan medan yang bervariasi, mulai dari datar hingga berbukit, dan luasnya bervariasi antara 25 hektar hingga lebih dari 80 hektar.
Meskipun beberapa lokasi masih dihuni, Rosan mengatakan bahwa relokasi dan kompensasi akan menjadi tanggung jawab penuh pemerintah Arab Saudi.
Baca juga: BPJPH Monitoring Dapur Jamaah Haji di Mekkah Agar Bisa Pastikan Tingkat Keamanannya“Indonesia hanya akan menerima lahan dalam kondisi ‘clean and clear’,” tegasnya.
Rosan menjelaskan bahwa proyek Kampung Haji akan dikelola oleh konsorsium yang dipimpin oleh Danantara, lembaga investasi negara dan mungkin akan melibatkan skema pembiayaan bersama antara pemerintah dan badan usaha milik negara.
"Selain fasilitas dan layanan akomodasi bagi jamaah haji dan umrah, Kampung Haji Indonesia juga akan mencakup area komersial," pungkasnya.
(est)