LANGIT7.ID-Arab Saudi; Dimulai dengan peregangan. Lalu tarikan napas. Bagi banyak perempuan di Provinsi Timur Saudi Arabia, yang mengikuti adalah lebih dari sekadar gerakan fisik. Ini tentang ketenangan, kejernihan, dan kendali. Tapi tidak semua orang bisa merasakannya.
Meskipun kelas pilates dan yoga semakin populer di Alkhobar, Dhahran, dan sekitarnya, para perempuan yang mengikutinya—atau berharap bisa—mengatakan tren ini bukan sekadar tentang kebugaran. Ini tentang akses.
"Saya merasakan perubahan nyata pada tubuh dan suasana hati sejak mulai pilates," kata Noura Alzayani (42) dari Dhahran. "Saya lebih fleksibel, seimbang, bahkan postur dan pernapasan membaik. Rasanya seperti reset total."
Dia mengikuti kelas gratis di King Gym di kompleks Aramco. Tapi di luar lingkungan privat seperti itu, akses ke pilates seringkali terhambat harga mahal, jadwal terbatas, dan lokasi yang tidak terjangkau.
Kendala Utama: Harga dan Lokasi- Lama Alrajeh (21) dari Dhahran sempat mencoba kelas percobaan gratis dan menyukainya, tapi urung mendaftar karena biaya enam kelas setara dengan langganan gym setahun.
- Malak Khaled (26) dari Alkhobar menyebut pilates sebagai "aktivitas elite" karena studio biasanya terpusat di kota dengan harga tinggi.
- Sitah Alotaibi (22) dari Al-Ahsa berharap ada lebih banyak studio di lingkungannya dengan layanan terjangkau.
Solusi Sementara: Pilates OnlineBeberapa perempuan beralih ke alternatif digital. Hajjar Alotaibi (22) berlatih pilates di rumah lewat YouTube (Move With Nicole), sementara Rana Abbas (26) memilih yoga karena lebih sesuai dengan ritme kerjanya.
"Ini seperti terapi," kata Kawthar Abdulaziz dari Al-Ahsa setelah mencoba kelas pertamanya. "Tapi harganya terlalu mahal, dan tempat bagus terlalu jauh."
Harapan untuk Masa DepanPara perempuan ini sepakat:
1. Perlu lebih banyak studio dengan harga terjangkau di berbagai wilayah.
2. Fleksibilitas jadwal untuk mahasiswa dan pekerja.
3. Pelatihan instruktur yang lebih inklusif.
"Gerakan seperti ini bukan sekadar olahraga. Ini penyembuhan," ujar Abdulaziz. **"Semoga suatu hari nanti, semua perempuan Saudi bisa merasakannya tanpa hambatan."(*/saf/arabnews)
(lam)