LANGIT7.ID-California; Mercedes memberikan gambaran sekilas tentang konsep mobil listrik "Vision V" mereka, yang dilengkapi dengan layar TV 65 inci di interiornya yang menyerupai jet pribadi. Konsep ini akan diperkenalkan di AS di Pebble Beach.
Perkenalan Vision V di ASKonsep Vision V pertama kali diluncurkan di Shanghai, China, pada April lalu. Namun, kini untuk pertama kalinya hadir di AS, dan kami berkesempatan melihatnya langsung di Los Angeles.
Singkatnya, konsep ini memberikan gambaran tentang pengalaman ultra-mewah yang mungkin ditawarkan Mercedes melalui van listrik masa depan mereka, yang dibangun di atas platform VAN.EA. Platform ini tidak hanya akan digunakan untuk van konsumen tetapi juga van komersial yang lebih besar.
Meski demikian, Mercedes terus menegaskan bahwa ini adalah "limusin besar," bukan van.
Konsep vs. ProduksiMeski masih berupa konsep, Vision V memberikan gambaran tentang fitur mewah yang mungkin hadir di VLS Mercedes yang akan diluncurkan pada 2026, bersama dengan varian VLE yang lebih terjangkau.
Kami sudah melihat VLE berkeliaran dengan kamuflase, tetapi konsep ini menunjukkan seperti apa model tersebut tanpa penyamaran. Banyak elemen yang mungkin tidak masuk ke produksi, tetapi Mercedes meyakinkan bahwa versi produksi akan sangat mirip dengan konsep ini.
Eksterior Vision V: Sangat MengkilapBegitu mendekati mobil ini, hal pertama yang terlihat adalah kilaunya. Tidak mengherankan untuk sebuah mobil konsep yang dirawat dengan baik, dan sentuhan krom juga menambah kesan mewah.
Kami melihat mobil ini pada hari yang sama ketika Mercedes memperkenalkan desain grille baru untuk GLC EV. Grille Vision V didominasi krom dengan lampu LED di sekelilingnya.
Di bawah terik matahari California, lampu-lampu ini tidak terlalu terlihat, tetapi tetap memukau saat dilihat langsung. Lampu LED tidak hanya mengelilingi grille tetapi juga strip lampu depan, logo Mercedes, hingga pelek roda—dengan ratusan elemen LED. Lampu ini memiliki animasi saat didekati dan mungkin bisa digunakan untuk komunikasi lain, seperti menunjukkan tingkat pengisian daya.
Pelek rodanya juga dilapisi krom, meski Mercedes mengakui bahwa pelek 24 inci ini mungkin tidak akan masuk ke produksi.
Bagian depan memiliki saluran aerodinamis untuk mengurangi turbulensi dari roda—sebuah elemen desain yang unik dan efisien.
Di pilar B, terdapat layar yang sulit dilihat karena pantulan krom. Sementara di bagian belakang, LED mengelilingi jendela yang sebagian tertutup pola lingkaran berulang.
Kaca spion samping yang kecil ini akan diganti dengan versi lebih tradisional untuk mematuhi regulasi.
Panel Surya di AtapDi atap, Mercedes memasang panel surya berisi 168 sel yang dapat menghasilkan daya total 539 watt. Rata-rata, panel ini menghasilkan 2,08 kWh per hari (atau hingga 3,44 kWh di musim panas Madrid). Dengan konsumsi 15,5 kWh per 100 km, ini bisa menambah jarak tempuh sekitar 13 km per hari atau 4.800 km per tahun—cukup untuk antar-jemput anak atau belanja, tetapi tidak banyak.
Interior Vision V: Jet Pribadi di Atas RodaInterior yang kami lihat adalah varian limusin besar dengan dua kursi belakang dan desain super-mewah. Kursi depan memiliki layar lebar terbagi tiga, sementara fokus utama ada di kursi belakang—dirancang untuk penumpang yang diantar sopir.
Pintu samping terbuka otomatis dengan pijakan kaki yang bisa dilipat, memperlihatkan dua kursi belakang dengan legroom luas dan sentuhan mewah. Seluruh interior dilapisi kulit Nappa putih, membuat kami hampir merasa perlu melepas sepatu sebelum masuk.
Kursi belakang dirancang seperti pod pribadi, dengan kaca gelap di sekelilingnya dan partisi kaca yang bisa dibuat buram untuk privasi penuh dari sopir.
Fitur Hiburan MewahKenyamanan kursi belakang adalah fokus utama, dengan area lounge dikelilingi 42 speaker Dolby Atmos, lampu ambient, dan 7 proyektor untuk menciptakan "pengalaman 360 derajat." Layar TV 65 inci muncul dari lantai, sementara proyektor memperluas tampilan layar.
Ada tujuh mode hiburan: film, relaksasi, kerja, gaming, belanja, eksplorasi, dan karaoke. Salah satu mode, "discovery," memproyeksikan lingkungan sekitar ke layar dan jendela—solusi yang mungkin berlebihan mengingat sudah ada jendela.
Selain hiburan digital, ada juga hiburan analog seperti meja lipat dengan papan catur dan lemari minuman.
Spesifikasi LainnyaMercedes mengklaim jarak tempuh 500 km (standar WLTP), atau sekitar 400-430 km dalam standar EPA yang lebih ketat. Mereka juga menyebut opsi motor tunggal atau ganda, pengisi daya AC 22 kW, dan kemudi roda belakang.
Versi produksi VLE dan VLS akan diperkenalkan tahun depan, dengan VLE lebih fokus pada keluarga dan VLS untuk pasar VIP. Mercedes juga akan menawarkan versi mesin bakar, meski kami di Electrek lebih tertarik pada versi listrik.
Pertanyaan Besar: Bisakah Van Listrik Menarik Pasar AS?Di AS, minivan sudah jarang dibeli, tetapi di China, van dianggap sebagai kendaraan mewah. Strategi Mercedes—menyebutnya "limusin" atau MPV, bukan minivan—mungkin bisa menjadi solusi.
Beberapa perusahaan lain juga mencoba hal serupa, seperti VW ID.Buzz, Kia PV5, dan Faraday Future FX. Namun, tantangan terbesar adalah mengubah persepsi konsumen AS yang sudah terlanjur menyukai SUV.
Meski demikian, kehadiran van mewah seperti Vision V mungkin bisa membuka mata konsumen AS bahwa ada alternatif selain SUV—meski yang benar-benar dibutuhkan adalah kendaraan kecil yang terjangkau.
Untuk versi produksinya, VLS tidak perlu terjual banyak karena target pasarnya yang niche. Sementara VLE mungkin lebih menarik jika berhasil meyakinkan konsumen AS untuk kembali mempertimbangkan minivan. Kami tunggu saja perkembangannya.(*/saf/electrek.co)
(lam)