LANGIT7.ID-Jakarta; Kia Sales Indonesia menegaskan penguatan komitmen jangka panjangnya di pasar Indonesia melalui perluasan arah strategis yang berfokus pada pengembangan struktur industri yang lebih terintegrasi. Dengan fokus pada percepatan pengembangan produksi lokal, transisi manufaktur, serta penguatan integrasi dengan jaringan produksi global Kia. Langkah ini menjadi kelanjutan dari transformasi yang telah diperkenalkan sebelumnya dalam 2026 Kia Collezione Indonesia, dengan penekanan pada implementasi strategi jangka menengah hingga panjang.
Kia membawa strategic message yang menekankan positioning sebagai brand dengan standar global melalui pendekatan world-class excellence, yang diperkuat melalui aktivitas brand campaign dan repositioning campaign secara berkelanjutan di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia, menyampaikan bahwa penguatan struktur industri ini menjadi langkah penting dalam memastikan keberlanjutan pertumbuhan Kia di Indonesia. “Indonesia memiliki posisi yang semakin strategis dalam jaringan bisnis global Kia. Penguatan produksi lokal bukan hanya soal kapasitas produksi, tetapi tentang bagaimana kami membangun struktur yang lebih efisien, lebih fleksibel, dan lebih siap dalam merespons kebutuhan pasar yang terus berkembang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
Ekspansi Produk Kia: Dari SUV hingga EV, Menjawab Kebutuhan Pasar Indonesia yang Dinamis
Kia menata ekspansi produknya di Indonesia sepanjang 2026 melalui pengembangan lini kendaraan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Setiap model ditempatkan dalam peran yang jelas untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang berbeda, mulai dari segmen SUV kompak, MPV keluarga, hingga kendaraan listrik.
Pembaruan harga menjadi bagian dari strategi tersebut, dengan penyesuaian yang membuat Kia semakin kompetitif di pasar. The new Sonet kini diposisikan dengan kisaran harga 263 juta rupiah untuk varian Trendy, 288 juta rupiah untuk varian Motion, dan 313 juta rupiah untuk varian Signature. Sementara The all-new Carens hadir dengan struktur harga 299 juta rupiah untuk Trendy, 339 juta rupiah untuk Motion, dan 379 juta rupiah untuk Signature. Penyesuaian ini memperkuat positioning Kia agar lebih relevan dan accessible di segmen SUV dan MPV keluarga.
Sepanjang 2026, Kia juga menjalankan rangkaian peluncuran produk yang mencakup berbagai segmen kendaraan. The all-new Carens membuka tahun sebagai MPV 6 dan 7-seater, diikuti The Next Gen Seltos sebagai compact B-SUV, kemudian Carens M/T yang menyasar kebutuhan mobilitas di area luar perkotaan, serta PV5 BEV sebagai langkah menuju elektrifikasi dengan desain modern. Line-up ini melengkapi model yang sudah ada seperti The New Sonet di segmen small A-SUV, The Carnival sebagai premium MPV, dan EV9 sebagai luxury electric SUV, serta rencana MPV EV yang akan diproduksi secara lokal.
Kia juga menyiapkan pengembangan model berbasis produksi lokal sebagai bagian dari rencana jangka menengah, termasuk MPV elektrifikasi yang akan diproduksi di Indonesia. Langkah ini mendukung kesiapan produk yang lebih relevan dengan kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat keterhubungan dengan jaringan produksi global Kia.
Distribusi peluncuran ini diperkuat melalui partisipasi aktif Kia di berbagai pameran otomotif nasional seperti IIMS Jakarta, IIMS Surabaya, rangkaian GIIAS di beberapa kota, hingga GJAW sebagai penutup tahun. Setiap momentum menjadi ruang perkenalan produk sekaligus penguatan interaksi langsung dengan konsumen di berbagai wilayah.
Di sisi jaringan dealer, ekspansi dealer terus berjalan dan mulai memberikan kontribusi sejak kuartal kedua, seiring dengan dimulainya aktivitas penjualan bertahap dari dealer baru sejak April. Penguatan ini menjadi bagian penting untuk memastikan ketersediaan produk dan layanan dapat menjangkau konsumen lebih luas secara nasional.
Harry Yanto, VP Operations Kia Sales Indonesia, menjelaskan bahwa pengembangan lini produk dilakukan dengan struktur yang terarah agar setiap model memiliki peran yang jelas di pasar. “Setiap model dikembangkan dengan peran yang spesifik. Tujuannya agar konsumen bisa menemukan kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik dari sisi fungsi, ukuran, maupun pengalaman berkendara yang diharapkan,” ujar Harry Yanto.
Penguatan Rantai Pasok, Layanan, dan Aftersales Terpadu
Di sisi lain, Kia juga memperkuat sinergi dengan Hyundai Motor Group untuk meningkatkan efisiensi operasional end-to-end. Integrasi ini mencakup optimalisasi logistik suku cadang, penguatan fasilitas layanan, hingga pengembangan sistem operasional yang lebih terhubung. Melalui pendekatan ini, Kia memperkuat konektivitas antara produksi, distribusi, dan layanan purna jual dalam satu ekosistem yang lebih solid.
Kia memperkuat integrasi operasional dengan jaringan global untuk mendukung efisiensi rantai pasok, distribusi, dan layanan purna jual di Indonesia. Dalam struktur ini, Indonesia menjadi bagian dari ekosistem produksi dan operasional yang lebih terhubung, dengan peran yang semakin penting dalam mendukung stabilitas pasokan dan kelancaran layanan di tingkat regional. Penguatan jaringan dealer menjadi bagian penting dari strategi ekspansi ini. Kia menargetkan perluasan jaringan secara bertahap untuk memperluas jangkauan layanan di berbagai wilayah Indonesia. Ekspansi ini berjalan paralel dengan pertumbuhan portofolio produk dan peningkatan volume penjualan yang ditargetkan meningkat secara bertahap hingga 2030.
Untuk mendukung hal tersebut, Kia menghadirkan berbagai benefit dan solusi yang memastikan konsumen tetap mendapatkan value yang optimal. Bagi konsumen yang telah lebih dahulu memiliki The all-new Carens dan The New Sonet sebelum penyesuaian ini, Kia memberikan pengembalian selisih harga sesuai dengan MSRP gap*. Selain itu, konsumen juga mendapatkan dukungan melalui program 4 Years Free Service* yang mencakup biaya jasa dan suku cadang atau parts untuk perawatan berkala, serta 7 Years Warranty hingga 200.000 km* yang memberikan jaminan penggunaan jangka panjang dan rasa tenang selama penggunaan kendaraan.
Program seperti Post Idul Fitri Campaign pada April 2026 lalu menjadi bagian dari upaya menjaga keterlibatan pelanggan melalui aktivitas yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Seluruh arah ini memperlihatkan fokus Kia dalam membangun struktur industri yang lebih terintegrasi di Indonesia, di mana produksi lokal, efisiensi operasional, dan penguatan jaringan distribusi berjalan dalam satu kesatuan strategi jangka panjang.
“Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi bagaimana memastikan setiap fondasi yang kami bangun dapat mendukung perkembangan Kia secara konsisten di Indonesia. Melalui produksi lokal, penguatan jaringan, dan kesiapan operasional yang terus kami tingkatkan, kami ingin memastikan Kia dapat tumbuh bersama pasar dan memberikan dampak yang berkelanjutan,” tutup Harry Yanto.
