Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home global news detail berita

Malam Dzikir Puisi UI, Fadli Zon Tegaskan Sastra Jadi Penopang Peradaban Indonesia

tim langit 7 Ahad, 24 Agustus 2025 - 13:50 WIB
Malam Dzikir Puisi UI, Fadli Zon Tegaskan Sastra Jadi Penopang Peradaban Indonesia
LANGIT7.ID–Jakarta; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menghadiri acara “Malam Dzikir Puisi” yang diselenggarakan oleh Teater Sastra dan Alumni UI Lintas Generasi di Universitas Indonesia, Depok. Dalam sambutannya, Menbud Fadli menyebutkan bahwa sastra merupakan hal penting dalam peradaban bangsa Indonesia.

“Sastra adalah bagian penting dari kehidupan kita, apalagi puisi memotret begitu banyak perjalanan bangsa Indonesia, dari era Pujangga Lama, era Pujangga Baru, Balai Pustaka, Angkatan 45, hingga Angkatan 66,” ucapnya dalam keterangan resmi, Minggu (24/8/2025).

Menbud Fadli Zon juga mengapresiasi terselenggaranya “Malam Zikir Puisi” yang digelar di Auditorium Makara Art Center, Universitas Indonesia ini. Dirinya menilai kegiatan ini penting diselenggarakan di tengah-tengah suasana peringatan 80 tahun Indonesia Merdeka. Menurutnya, merupakan hal yang patut disyukuri bahwa Indonesia hingga kini tetap kokoh berdiri dengan keberagaman kekayaan budaya, yang menjadi pemersatu dan kekuatan perekat bangsa.

Mengusung tema “Meneteskan Air ke Samudera Peradaban”, Direktur Artistik Malam Zikir Puisi, Yudi Soenarto, menyebutkan bahwa tema ini merupakan pengingat bahwa diperlukannya upaya untuk menjadikan Indonesia yang lebih maju. “Perlu usaha untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang lebih maju dari sekarang, lebih cerah di masa depan, lebih cemerlang, lebih gemilang menuju Indonesia emas,” ucapnya.

Sejalan dengan itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Mahmud Subandriyo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa “Malam Zikir Puisi” ini diselenggarakan sebagai ruang perenungan bersama, mengingatkan bahwa di tengah berbagai tantangan bangsa, kita tidak boleh melupakan sandaran pada kekuatan Ilahi.

“Sebagai peneguhan kembali peran puisi sebagai sarana membangun peradaban. Puisi menghubungkan zikir kita kepada Sang Pencipta dan cinta kepada bangsa. Dari zikir, kita mendapatkan kedalaman spiritual dan dari puisi, kita mendapatkan bahasa untuk menyampaikan kebenaran dan keindahan kepada dunia,” paparnya.

Malam Dzikir Puisi menampilkan pembacaan puisi oleh sejumlah tokoh alumni Universitas Indonesia selama lima dekade, mulai angkatan tahun 1970-an, 1980-an, 1990-an, 2000-an, hingga sekarang, di antaranya Sayuti Asyathrie, Linda Djalil, Yahya Andisaputra, Ali Sonhadj, Ishak Rafick, Neno Warisman, I. Yudhi Soenarto, Indrajaya Piliang, dan lainnya. Tidak hanya itu, kelompok musik seperti Mawar Merah Putih Indonesia, Swara SeadaNya, D'Yello, dan Ahmad Munjid juga mempersembahkan musikalisasi puisi, bersama para mahasiswa Universitas Indonesia.

Hadir dalam acara adalah Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Indonesia, Mahmud Subandriyo; Dekan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Bondan Kanumoyoso; para akademisi, alumni, hingga komunitas sastra Universitas Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Menbud Fadli Zon juga turut membacakan puisi berjudul “Untukmu Bung Tomo” yang ditulisnya pada tanggal 10 November 1985, di kala usianya 14 tahun. Puisi tersebut diciptakannya sebagai penghormatan kepada Bung Tomo, tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia yang wafat pada tahun 1981.

Mengakhiri pidato sambutannya, Menteri Fadli Zon menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Kebudayaan memiliki program untuk memperkuat ekosistem sastra nasional dan mendorong internasionalisasi sastra Indonesia, sehingga karya-karya sastra Indonesia dapat diapresiasi dan dinikmati secara internasional. Ia memberikan contoh upaya tersebut melalui penyelenggaraan Sasana Sastra: Membaca 80 Tahun Indonesia pada 22 Agustus 2025 di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, yang merupakan bagian dari upaya Kementerian Kebudayaan memajukan sastra Indonesia.

“Karya-karya sastra Indonesia ini harus lebih visible dan bisa dinikmati oleh audiens dunia. Sehingga karya-karya itu bisa mendapatkan apresiasi tidak hanya dari publik Indonesia tapi juga di luar negeri. Dan kita menghidupkan juga ekosistem sastra di dalam negeri. Ekosistem sastra ini sangat penting termasuk di dalamnya tentu puisi,” pungkasnya.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
TOPIK TERPOPULER
Terpopuler 0 doa
4 snbt
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)