LANGIT7.ID - , Jakarta - Pemerintah menekankan pemerataan distribusi vaksin menjadi prioritas utama dalam program vaksinasi nasional. Hal tersebut disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dalam siaran pers, Senin (4/10/2021).
Menurut Johnny G Plate distribusi vaksin yang merata akan mempercepat proses penanganan pandemi. Sekaligus juga memberi perlindungan maksimal pada masyarakat.
"Pemerintah berkomitmen untuk terus mempercepat dan memperluas distribusi vaksinasi ke seluruh daerah di Indonesia. Semakin cepat proses distribusi, maka semakin cepat kita bisa bersama-sama melindungi segenap bangsa Indonesia,” kata Johnny dikutip dari Antaranews.
Baca juga : Kejar Target 70% Vaksinasi di Akhir Tahun, Indonesia Kedatangan 800 Ribu Dosis Vaksin PfizerData pemerintah menyebutkan sepanjang Januari - September 2021, distribusi vaksin pemerintah telah mencapai 191 juta dosis vaksin. Jumlah itu terdiri dari vaksin Coronavac sebanyak 49,9 juta dosis, vaksin Covid-19 Bio Farma sebanyak 107,3 juta dosis, vaksin AstraZeneca sebanyak 20,7 juta dosis, vaksin Moderna sebanyak 7,8 juta dosis, vaksin Sinopharm sebanyak 724 ribu dosis, dan vaksin Pfizer sebanyak 4,4 juta dosis.
"Pemerataan distribusi vaksin menjadi prioritas utama pemerintah untuk menjangkau sebanyak-banyaknya warga Indonesia di seluruh daerah. Pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dalam percepatan dan pemerataan distribusi vaksin,” ungkap Menkominfo.
Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari PT Bio Farma (Persero) Bambang Heriyanto memastikan pihaknya berkomitmen penuh untuk mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat dan meningkatkan pemerataan distribusi vaksin dari Sabang sampai Merauke.
Menurut Bambang, pemerataan vaksin dari di seluruh Indonesia sangat penting dalam upaya penanganan pandemi COVID-19. Oleh karena itu, Bio Farma terus berupaya untuk mempercepat dan meningkatkan pemerataan distribusi vaksin sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan.
Baca juga : 108 Remaja Indonesia Ikuti Kegiatan Vaksinasi di Tawau“Bio Farma terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mendistribusikan vaksin sesuai prioritas dan sasaran daerah yang telah ditetapkan. Kami memastikan ketersediaan vaksin aman untuk memenuhi kebutuhan dan permintaan dari Kemenkes," ujar Bambang.
(est)