LANGIT7.ID-New York; Sekali lagi, Novak Djokovic tampil jauh dari performa terbaiknya pada Rabu (28/8) di US Open. Namun, ia berhasil mempertahankan rekor sempurna di babak kedua di New York dan melaju ke babak ketiga untuk ke-19 kalinya.
Djokovic menaklukkan Learner Tien pada Minggu (25/8) di laga pertamanya sejak tersingkir di semifinal Wimbledon, namun sempat kesulitan dengan kerja kaki dan keseimbangannya sepanjang laga pembuka di Flushing Meadows itu. Tiga hari berselang, petenis berusia 38 tahun itu kembali tidak mampu menampilkan permainan terbaiknya untuk sebagian besar laga melawan petenis kualifikasi Amerika Serikat, Zachary Svajda. Meski demikian, ia cukup solid untuk meraih kemenangan 6-7(5), 6-3, 6-3, 6-1.
Djokovic membuat 14 unforced error di set pertama yang kualitasnya buruk, lalu tertinggal 1-3 di set ketiga. Akan tetapi, petenis berusia 38 tahun itu berhasil meningkatkan intensitasnya dan diuntungkan oleh penurunan kondisi fisik Svajda, yang servis pertamanya di bawah 90 mph sepanjang set ketiga dan keempat karena cedera kaki.
"Jujur saja, tidak bagus," kata Djokovic ketika ditanya tentang permainannya. "Saya tidak terlalu puas dengan permainan saya di bagian awal pertandingan, tetapi salut juga untuk Zach yang bermain dengan kualitas sangat tinggi. Sayang sekali dia mengalami cedera di penghujung set kedua, tapi salut baginya karena bertahan di lapangan. Jelas dia tidak bisa servis sebaik yang dilakukannya di satu set pertama, tapi saya berharap yang terbaik untuknya."
Dengan kemenangan ini, Djokovic melaju ke babak ketiga turnamen major untuk ke-75 kalinya, melampaui catatan Roger Federer yang sebanyak 74 kali. Mantan pemain peringkat satu PIF ATP Rankings ini mengejar gelar major ke-25 (perpanjangan rekor) dan yang pertama sejak menjuarai US Open 2023. Selanjutnya, ia akan berjumpa Cameron Norrie atau Francisco Comesana.
"Agak sedikit berbeda dalam beberapa tahun terakhir bagi saya," ujar Djokovic tentang hasil major-besarannya belakangan ini. "Keausan dan kelelahan datang lebih cepat dari biasanya. Saya harus menghadapi itu, banyak hal pemulihan di luar lapangan untuk berusaha membuat diri saya mampu tampil di level tertinggi selama mungkin di lapangan."
![Tampil Kurang Bagus Lawan Petenis Kualifikasi, Djokovic Masih Lolos ke Babak Ketiga US Open]()
Djokovic mengaku terkejut dengan betapa buruhnya kondisi yang dirasakannya selama kemenangan babak pertama atas Tien, dan ada banyak momen goyah selama laga selama 2 jam 35 menit melawan Svajda.
Dalam pertemuan Lexus ATP Head2Head pertama mereka, Djokovic kehilangan set pembuka setelah hanya bisa mendorong forehand keras Svajda ke luar. Setelah menyamakan kedudukan, ia kemudian menyerahkan break di set ketiga dengan double fault.
Akan tetapi, petenis kualifikasi Amerika Serikat berusia 22 tahun itu, yang telah memenangkan empat pertandingan di major keras ini untuk mendapatkan kesempatan menghadapi Djokovic, tidak mampu menghasilkan tenaga dari kaki sejak set ketiga. Penurunan permainan petenis peringkat 145 dunia itu memungkinkan Djokovic mendapatkan kembali momentum dan berbaris menuju kemenangan.
Djokovic kini memiliki rekor 28-9 pada musim ini, dengan puncaknya adalah gelar tingkat tur ke-100 di Geneva pada Mei. Ia telah mencapai semifinal di ketiga major tahun ini, tetapi gagal melaju ke final. Terakhir kali petenis Serbia itu tidak mencapai laga juara Grand Slam dalam satu musim adalah pada tahun 2017.
Dalam laga lainnya, Tomas Machac mengalahkan petenis #NextGenATP asal Brasil, Joao Fonseca, 7-6(4), 6-2, 6-3. Petenis Ceko itu mencetak 30 winner dibanding 24 unforced error untuk melaju ke babak ketiga untuk tahun kedua berturut-turut. Setelah melaju ke babak keempat pada 2024, petenis unggulan ke-21 ini akan menargetkan pencapaian yang sama ketika berikutnya bertemu Jakub Mensik atau Ugo Blanchet.(*/saf/atptour)
(lam)