LANGIT7.ID-Jakarta; PBB pada Senin (1/9) menyerukan adanya investigasi terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebihan setelah enam orang tewas dalam aksi protes besar-besaran di Indonesia, yang dipicu oleh kemarahan atas tunjangan mewah anggota DPR.
“Kami mengikuti dengan cermat gelombang kekerasan di Indonesia dalam konteks demonstrasi nasional terkait tunjangan parlemen, langkah penghematan, dan dugaan penggunaan kekuatan yang tidak perlu atau berlebihan oleh aparat keamanan,” kata juru bicara Kantor HAM PBB, Ravina Shamdasani.
Ia menegaskan pentingnya dialog untuk menjawab keresahan publik. Kantor HAM PBB meminta investigasi yang cepat, menyeluruh, dan transparan atas “semua dugaan pelanggaran hukum HAM internasional, termasuk penggunaan kekerasan.”
Shamdasani juga mengingatkan bahwa semua aparat keamanan, termasuk militer bila dilibatkan dalam tugas penegakan hukum, wajib mematuhi prinsip dasar penggunaan kekuatan dan senjata api oleh polisi.
“Pemerintah harus menjamin hak atas kebebasan berkumpul secara damai dan kebebasan berekspresi, sambil tetap menjaga ketertiban sesuai norma serta standar internasional dalam mengawal aksi massa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa media harus diberi kebebasan untuk melaporkan peristiwa dengan bebas dan independen.
Demo awalnya berlangsung damai, tetapi berubah rusuh setelah beredar rekaman tim pasukan elit polisi paramiliter menabrak seorang kurir pada Kamis malam.
Aksi protes kemudian meluas dari Jakarta ke kota-kota besar lainnya, menjadi kerusuhan terburuk sejak Presiden Prabowo Subianto menjabat kurang dari setahun lalu.
(lam)