LANGIT7.ID-, Jakarta - - Penulis novel "Negeri Para Bedebah", Tere Liye menyindir politisi nonaktif,
Eko Patrio yang mengaku tinggal di kontrakan pinggir Jakarta usai rumahnya dijarah massa pada akhir Agustus 2025 lalu.
Lewat akun Instagram, novelis bernama asli Darwin ini menyatakan simpati pada peristiwa
penjarahan lalu.
Baca juga: Umrah Backpacker Versi Tere Liye, Cuma Rp19 Jutaan"Saya sungguh ikut bersimpati kepada pejabat-pejabat yang dijarah. Aksi kekerasan itu tidak dibenarkan," tulis Tere Liye dalam keterangan unggahan, dikutip Selasa (16/9/2025).
Namun, ia juga mengaku tidak percaya akan pernyataan para pejabat publik, termasuk
Eko Patrio.
Tere Liye menegaskan bahwa saat ini rakyat tidak mudah untuk dibohongi apalagi dengan pengakuan dari para pejabat.
"Nggak semua rakyat itu bego. Fans elu, yang joget-joget, mungkin iya, tapi tidak semua rakyat Indonesia akan menelan mentah-mentah semua ucapan kalian," kritik Tere Liye.
Ia kemudian menyinggung
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang bisa diakses publik lewat situs resmi KPK.
"Klik akses laporan, masukkan nama pejabatnya. Website ini sih barusan saya cek
offline, tapi sudah banyak yang lihat laporan kekayaan Eko Patrio," katanya.
Dari data September 2024, Eko Patrio memiliki sejumlah aset yang tersebar di berbagai wilayah seperti Jakarta, Bogor, Nganjuk, hingga Karangasem.
Baca juga: Tere Liye Ajak Pondok Pesantren Jadi Tuan Rumah LiterasiBerikut daftar kekayaan Eko Patrio berdasarkan laman LHKPN yang dilihat Tere Liye:
1. Bangunan seluas 82 m² di Jakarta Selatan senilai Rp4,5 miliar
2. Tanah dan bangunan seluas 694 m²/500 m² di Jakarta Selatan senilai Rp70 miliar
3. Tanah dan bangunan seluas 810 m²/200 m² di Jakarta Timur senilai Rp32.867.850.000
4. Tanah dan bangunan seluas 261 m²/170 m² di Jakarta Timur senilai Rp2,250 miliar
5. Tanah dan bangunan seluas 261 m²/170 m² di Jakarta Timur senilai Rp2.319.755.000
6. Tanah dan bangunan seluas 1.400 m²/1.207 m² di Jakarta Timur senilai Rp14.812.375.000
7. Tanah seluas 2.280 m² di Jakarta Timur senilai Rp15.973.815.000
8. Tanah seluas 450 m² di Jakarta Timur senilai Rp725.000.000
9. Tanah seluas 11.470 m² di Bogor, Jawa Barat senilai Rp14.291.968.000
10. Tanah seluas 753 m² di Nganjuk senilai Rp96.384.000
11. Tanah dan bangunan seluas 1.367 m²/500 m² di Nganjuk senilai Rp139.977.000
12. Tanah seluas 281 m² di Nganjuk senilai 57.512.000
13. Tanah seluas 5.900 m² di Karangasem senilai Rp8 miliar.
"Dengan properti sebanyak ini, elu bilang ngontrak di pinggiran Jakarta, bla bla, bingung maksudnya. Elu jatuh miskin atau bagaimana? Ayolah, hal-hal begini dikurangi dikit. Kenapa sih rakyat ngamuk kemarin, karena ucapan kalian, tingkah kalian," kritik Tere Liye.
Baca juga: Setelah Rumah Ahmad Sahroni, Kini Giliran Kediaman Eko Patrio Dijarah MassaSebelumnya Eko Patrio mengaku mengontrak rumah di pinggir Jakarta pascapenjarahan di tempat tinggalnya.
Mengaku kecewa dengan peristiwa itu, Eko mengatakan rumah tersebut dibangun dari hasil kerja kerasnya selama puluhan tahun di dunia hiburan.
(est)