LANGIT7.ID, Jakarta - Aplikasi Whatsapp, Facebook dan Instagram sempat mengalami gangguan atau down pada Senin, (4/10) sekitar pukul 22.30 WIB. Namun, ketiga aplikasi paling populer di Indonesia ini sudah kembali normal untuk digunakan.
Wakil Direktur Infrastruktur di Facebook, Santosh Janardhan, membagikan masalah apa yang membuat produk Facebook mati total. Menurutnya, pemadaman ini dipicu sistem yang mengatur kapasitas jaringan tulang punggung global.
"Tulang punggung itu adalah jaringan yang dibangun Facebook untuk menghubungkan semua fasilitas komputasi. Jaringan tulang punggung ini berupa kabel serat optik sepanjang puluhan ribu mil yang menghubungkan semua pusat data (data center) milik Facebook," kata Santosh melalui tulisan di blog resmi Facebook, seperti dikutip dari Antara, Rabu (6/10).
Santosh menjelaskan bahwa lalu lintas data antarfasilitas komputasi ini diatur oleh router. Secara berkala, Facebook mengadakan perawatan infrastruktur, seperti memperbaiki kabel yang rusak dan memperbarui perangkat lunak di router.
Baca juga:
Ketergantungan dan Ancaman Media SosialSaat perawatan infrastruktur kemarin, Facebook bermaksud memasukkan perintah (command) untuk memeriksa ketersediaan kapasitas tulang punggung. Namun, perintah tersebut justru memutus pusat data mereka.
"Sistem kami dirancang untuk audit perintah seperti ini untuk mencegah kesalahan seperti ini. Namun, sebuah bug di perangkat audit mencegah sistem mematikan perintah tersebut. Perubahan konfigurasi itulah yang menyebabkan koneksi server dari pusat data ke internet putus," ujarnya.
Masalah kian bertambah karena server DNS tidak bisa berkomunikasi dengan border gateway protocol (BGP) jika DNS tidak bisa berkomunikasi dengan pusat data.
"Hasilnya, server DNS kami tidak terjangkau meski pun mereka masih beroperasi. Akibatnya, mustahil internet menemukan server kami," terang Santosh.
Baca juga:
Whatsapp, Instagram dan Facebook Down, Netizen Melampiaskan Kekesalan di TwitterFacebook akhirnya mengirim insinyur datang langsung ke lapangan guna menyetel ulang sistem. Fasilitas fisik perusahaan teknologi biasanya menerapkan perlindungan keamanan yang sangat tinggi agar tidak bisa diakses sembarangan.
Perangkat keras dan router Facebook dirancang supaya sulit dimodifikasi meski pun diakses secara fisik. Tim di lapangan pun membutuhkan banyak waktu untuk mengakses perangkat keras.
Saat jaringan tulang punggung bisa diperbaiki, Facebook menghadapi masalah baru. Mereka tidak bisa serta-merta mengembalikan layanan secara penuh karena sistem bisa jebol akibat lalu lintas melonjak.
"Pada akhirnya, layanan kami kembali relatif cepat tanpa kegagalan sistem lebih jauh," pungkasnya. (Sumber: Antaranews)
(sof)