Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home sosok muslim detail berita

Teladan Akhlak dan Cinta Rasulullah pada Anak-anak, Tak Pernah Menolak Keinginan Mereka

Muhajirin Rabu, 06 Oktober 2021 - 15:50 WIB
Teladan Akhlak dan Cinta Rasulullah pada Anak-anak, Tak Pernah Menolak Keinginan Mereka
ilustrasi anak-anak muslim (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Rasulullah SAW bukan hanya seorang pemimpin yang tegas dan disegani, namun juga beliau sosok yang sangat lembut dan penyayang, terutama kepada anak-anak. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, beliau memangku Hasan bin Ali dan berharap sukses untuk cucunya itu.

“Ya Allah sesungguhnya aku mencintai mereka berdua, maka cintailah keduanya.”

Dalam hadits yang lain, dalam mengucapkan salam, Rasulullah SAW meminta agar orang yang lebih muda terlebih dahulu mengucapkan salam kepada yang lebih tua. Ini adalah tata krama atau aturan yang diterapkan oleh Rasulullah dalam kehidupan masyarakat.

Namun, banyak ungkapan para sahabat yang menyebut Rasulullah tidak pernah mengucapkan salam lebih dulu, namun menyapa dan mengucapkan salam kepada anak-anak lebih dahulu. Ketika anak-anak sedang bermain misalnya, beliau berusaha mengucapkan salam kepada mereka, sebelum mereka mengucapkan salam kepada beliau.

“Itulah bentuk ketawadhuan orang besar. Itulah yang dilakukan Rasulullah kepada anak-anak. Rasa sayang Nabi kepada anak-anak melebihi apapun,” kata Pakar Sejarah Islam, Ustadz Asep Sobari melalui kanal youtube Komunitas Sirah, dikutip Rabu (6/10/2021).

Baca Juga: Cinta Rasulullah pada Fakir Miskin, Dahulukan Sedekah Sebelum Penuhi Kebutuhan Pribadi

Suatu ketika, Rasulullah SAW sedang berbincang bersama para sahabat dalam sebuah pertemuan. Tiba-tiba seorang anak perempuan bernama Jariah masuk ke dalam forum itu. Ia lalu menarik tangan Rasulullah.

“Apa sebenarnya yang diinginkan seorang anak kecil ini? dia ingin ditemani oleh Rasulullah SAW bermain dan berkeliling di sekitar Madinah,” kata Ustadz Asep.

Rasulullah pun keluar dari pertemuannya dengan para sahabat. Dia mengikuti anak tersebut, ke mana pun dia mau. Sampai kemudian di suatu tempat, Rasulullah berkata, “sudahkah? Cukupkah?”. Rasulullah bertanya demikian karena melihat anak itu sudah puas bermain. Maka anak itu pun menjawab, “Iya”. Setelah itu barulah beliau kembali ke pertemuan para sahabat.

Banyak sekali peristiwa yang menunjukkan cinta Rasulullah kepada anak-anak. Hal itu menunjukkan ketawadhuan dan akhlak beliau, rasa sayang yang beliau tunjukkan kepada anak-anak, meskipun itu bukan anaknya, bukan cucunya.

Ustadz Asep menjelaskan, hubungan Rasulullah dengan anak-anak adalah hubungan pendidikan. beliau selalu menunjukkan cara mendidik anak dengan baik, memperlakukan anak dengan baik, dan berkomunikasi dengan baik.

Suatu ketika Rasulullah sedang menjamu para sahabat atau berada dalam sebuah jamuan bersama para sahabat. Beliau saat itu meminum minuman, sementara di sebelah kanan ada seorang anak kecil. Disebutkan dalam sebuah riwayat anak kecil itu adalah Abdullah Ibnu Abbas. Di sebelah kiri beliau Abu Bakar dan kemudian para sahabat senior. Setelah meminum, beliau berkata kepada Abdullah Ibnu Abbas yang pada saat itu usianya belum 10 tahun.

“Wahai Ibnu Abbas, maukah engkau, relakah engkau ketika minuman ini kuberikan kepada yang lebih tua darimu?” tanya Nabi Muhammad SAW.

Rasulullah bertanya karena menganggap orang yang lebih senior lebih pantas mendapat giliran lebih dulu daripada Ibnu Abbas yang masih anak-anak. Namun tak disangka Ibnu Abbas sudah memahami keberkahan Rasulullah. Dia merasa pantas meminum setelah Rasulullah dengan harapan bisa mendapat berkah.

Abdullah Ibnu Abbas kala itu berkata, “Ya Rasulullah, aku tidak akan mendahulukan siapa pun atas hakku untuk mendapatkan ini darimu.”

Ibnu Abbas tidak rela Rasulullah menggilir minuman itu kepada Abu Bakar yang ada di sampingnya meskipun lebih tua. ia merasa ketika mendapat giliran setelah Rasulullah, fadhilah atau keutamaan tidak mungkin tergantikan dengan apa pun.

“Antara adab dan kemandirian. Antara mengerti apa yang harus dilakukan dan haknya yang harus didapatkan. Demikian anak-anak kecil bersama Rasulullah,” kata Ustadz Asep.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)